Entertainment
Devano Buat Lagu Baru untuk Iis Dahlia, Minta Maaf dan Menangis

Jakarta (usmnews) – Devano Danendra baru saja merilis lagu berjudul Rumah?. Lagu ini dia ciptakan dari sebuah puisi yang dia tulis saat duduk di bangku SMP berdasar perasaan dan pengalamannya.
Lagu ini adalah cara bersuara Devano dari sudut pandang anak bungsu. Ternyata lagu ini menyentuh hati Iis Dahlia sebagai ibu.
Iis Dahlia terisak saat bercerita di Rumpi bahwa selama ini dia merasa sendiri karena harus bekerja dan mengurus anak-anak.
“Aku bisa membagi waktu aku buat mereka. Aku usahain sebisa mungkin walaupun tengah malam baru pulang, jam 3 pagi baru ada di tempat tidur, subuh tuh aku bangunin satu-satu aku pijitin. Mereka mandi aku bikinin sarapan, mereka sarapan kita sama-sama, mereka pergi sekolah aku tidur lagi. Mereka pulang sekolah, kadang aku sudah pergi,” lanjutnya.
Iis mengingat hari Sabtu dan Minggu bisa menikmati waktu bersama, meski harus membawa anak-anak ke tempat syuting. Pedangdut berusia 53 tahun itu merasa semua baik-baik saja, meskipun dari waktu sangat minim.
“Makanya aku suka bilang, ‘Maafin Mama ya. Maafin Papa ya’,” ucapnya.
Pedangdut senior itu mengingat alasan Devano enggan jadi pilot seperti ayahnya, Satrio Dewandono. “Ade jadi pilot aja jangan di bidang seni. ‘Aku gak mau jadi pilot, aku takut gak dekat sama anak-anak aku’,” kenang Iis Dahlia berlinang air mata mendengar jawaban putra bungsunya itu.
“Sekali lagi buat Ade, kalau lihat tayangan ini, Mama minta maaf buat Ade, Kakak, Papa. Mungkin Mama sebagai istri dan ibu belum sempurna. Percaya, yang Mama lakukan buat kalian,” ungkapnya.
Sebagai orang tua, Iis Dahlia mau mempersiapkan segala sesuatu untuk masa depan dan kehidupan anak-anaknya. Pelantun Payung Hitam bilang, karena bukan dari keluarga kaya, dia harus berusaha keras raih keinginannya.
Namun, Iis Dahlia tetap merasa senang Devano bisa mengungkapkan perasaannya. “Daripada dipendam, lebih baik diungkapkan. Devano lebih diam, Kakak lebih banyak bicara, Ade paling berbahaya karena diam,” ceritanya.
“Aku bilang ke De, kalau suatu saat ada yang ingin diceritakan atau nggak suka sama Ma, Kakak, atau Papa, bilang saja, jangan dipendam,” pesannya.






