Entertainment

Desta Beberkan Alasan Terima Peran Dono, Padahal Sempat Tak Mau Lagi Main Film.

Published

on

Semarang (usmnews ) dikutip dari kumparan.com Desta Menerima Peran Ikonik Dono Warkop, Mengesampingkan Niat Pensiun Akting
Sebuah kabar mengejutkan datang dari dunia perfilman Indonesia, di mana Desta, seorang presenter dan komedian ternama, dikonfirmasi akan mengemban peran legendaris sebagai almarhum Dono. Dalam film terbaru waralaba Warkop DKI, Desta akan bergabung dengan dua aktor yang sebelumnya telah sukses memerankan duo sahabat Dono, yaitu Vino G. Bastian sebagai Kasino dan Tora Sudiro sebagai Indro. Kehadiran Desta ini melengkapi formasi trio yang sebelumnya sangat sukses dibawakan oleh Abimana Aryasatya (sebagai Dono), Vino, dan Tora.

Penerimaan tawaran ini oleh Desta merupakan sebuah pengecualian besar. Secara pribadi, Desta mengaku bahwa ia sebenarnya sudah tidak lagi memiliki hasrat atau ketertarikan untuk kembali bermain di layar lebar. Ia merasa perjalanannya di dunia akting, yang mencakup beberapa film seperti Get Married, Si Jago Merah, dan Pretty Boys, sudah terasa cukup. Ia bahkan telah sampai pada titik di mana ia ingin berhenti sepenuhnya dari dunia film.

Namun, prinsip tersebut goyah ketika tawaran spesifik ini datang kepadanya. Tawaran untuk memerankan Dono Warkop bukanlah sekadar tawaran film biasa. Bagi Desta, Warkop DKI adalah ikon dan legenda komedi yang telah ia idolakan sejak masa kecilnya. Bisa memerankan salah satu dari mereka adalah sebuah kehormatan yang tak ternilai. “Siapa sih yang bisa nolak gitu,” ungkap Desta, menegaskan bahwa kesempatan ini terlalu prestisius untuk dilewatkan.

⚖️ Antara Kehormatan dan Beban Besar
Meski dilandasi rasa hormat dan antusiasme, Desta tidak menutupi fakta bahwa peran ini membawa beban psikologis yang sangat berat. Ia memiliki motto hidup untuk tidak menjadikan pekerjaan sebagai beban, namun ia jujur mengakui bahwa kali ini, “Beban banget.”

Kekhawatiran utama Desta bukanlah sekadar soal akting, melainkan ekspektasi besar dari publik. Ia menyadari bahwa penonton pasti akan menuntutnya untuk tampil sempurna dan, yang lebih sulit, membanding-bandingkannya. Desta takut dirinya akan “terjebak” dalam upaya imitasi yang kaku, di mana ia hanya fokus untuk “mirip sekali” dengan gestur dan cara bicara almarhum Dono. Padahal, menurutnya, ia juga harus tetap “luwes” atau fleksibel, agar karakternya terasa hidup dan natural, bukan sekadar peniruan.

🎬 Sejarah Panjang Waralaba Warkop DKI Reborn
Bergabungnya Desta juga menandai babak baru dalam waralaba Warkop DKI Reborn yang digagas oleh Falcon Pictures sejak 2016. Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali humor cerdas khas Warkop bagi generasi penonton yang lebih muda.

Era Pertama (Abimana, Vino, Tora):

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016) dan Part 2 (2017) disutradarai oleh Anggy Umbara. Formasi ini (Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, Tora Sudiro) sukses besar, di mana film pertamanya meraup lebih dari 6,8 juta penonton.

Desta kini menggantikan Abimana Aryasatya dari formasi sukses ini. Keputusan ini sontak menuai beragam reaksi di media sosial; banyak yang antusias, namun tidak sedikit yang langsung membandingkan Desta dengan Abimana.

Era Kedua (Aliando, Adipati, Randy):

Waralaba ini sempat mengalami perombakan total pada Warkop DKI Reborn 3 (2019) dan 4 (2020) yang disutradarai Rako Prijanto.

Pihak studio memilih jajaran pemain yang jauh lebih muda, yaitu Aliando Syarief (Dono), Adipati Dolken (Kasino), dan Randy Danistha (Indro). Film keempatnya bahkan dirilis secara eksklusif di layanan streaming Disney+ Hotstar.

Dengan kembalinya Vino dan Tora ke peran mereka sebagai Kasino dan Indro, namun kini didampingi Desta sebagai Dono baru, ini menandakan kembalinya studio ke formula awal Jangkrik Boss!, namun dengan interpretasi baru untuk karakter Dono.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version