Lifestyle

Dermatolog Peringatkan Bahaya Tester Makeup Picu Herpes

Published

on

Semarang (usmnews) – Dilansir dari Kumparan.com ritel kecantikan biasanya menyediakan sampel kosmetik gratis bagi pelanggan. Tujuannya, pembeli menghindari salah pilih warna riasan. Terutama, pemilik kulit sawo matang warm undertone pasti sangat membutuhkan sampel ini. Namun, ahli kulit menemukan ancaman serius di balik fasilitas gratis tersebut. Faktanya, bahaya tester makeup mengintai setiap pengunjung toko kosmetik.

[Baca Juga: Gen Z Gunakan AI untuk Membantu Percakapan Sosial]

Baru-baru ini, dr. Amanda Nandi Wardani mengungkap fakta medis mengejutkan. Menurutnya, sampel kosmetik menampung jutaan mikroorganisme penyebab berbagai macam penyakit. Sebab, banyak orang memakai produk tersebut secara bergantian setiap hari. Bahkan, bakteri dan jamur berpindah sangat cepat saat produk menyentuh kulit. Lebih lanjut, spesialis kulit ini menyebutkan ancaman bakteri Staphylococcus dan jamur Candida. Akibatnya, kuman tersebut memicu infeksi kulit dan penularan virus herpes.

Selanjutnya, sang dokter merinci daftar kosmetik paling rentan membawa penyakit menular. Khususnya, lipstik menempati urutan teratas pembawa virus herpes simpleks mematikan. Selain itu, maskara dan eyeliner juga menyimpan banyak sekali bakteri jahat. Kondisinya, tabung aplikator yang lembap menyuburkan pertumbuhan kuman area mata. Kemudian, alas bedak dalam kemasan jar turut memicu kontaminasi silang. Pastinya, perpindahan bakteri ini langsung menyebabkan jerawat meradang hingga dermatitis.

Meskipun begitu, pembeli tetap memerlukan sampel untuk memastikan kecocokan riasan. Oleh karena itu, dokter Amanda membagikan trik aman menghindari bahaya tester makeup ini. Saran utamanya, pengunjung wajib mengoleskan produk riasan pada punggung tangan saja. Artinya, pelanggan pantang mengaplikasikan sampel langsung menuju area wajah atau bibir.

Selalu, pembeli harus memakai aplikator sekali pakai saat mencoba sebuah produk. Akhirnya, kamu wajib menghindari riasan cair yang mengharuskan metode celup ulang. Kesimpulannya, kehati-hatian ekstra pasti menyelamatkan kita dari bahaya tester makeup mematikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version