Education
Deretan Sajian Penutup Ikonik Era 1970an yang Menggugah Selera
Semarang (usmnews) – Era 1970-an mencatatkan sejarah tersendiri dalam perkembangan dunia kuliner global, khususnya di Amerika Serikat. Pada dekade ini, hidangan penutup atau dessert tidak lagi sekadar pemanis mulut di akhir jamuan makan, melainkan menjelma menjadi mahakarya visual dan rasa. Para koki di masa itu berlomba-lomba mendobrak batasan kreativitas, menghadirkan sajian yang praktis namun tetap mewah, berani, dan estetis. Makanan menjadi sebuah pengalaman yang berkesan. Menariknya, beberapa mahakarya manis dari era tersebut masih mempertahankan eksistensinya dan digemari hingga detik ini.
Berikut adalah lima hidangan penutup yang merajai tren kuliner pada tahun 1970-an:
1. Kue Robert Redford
Sajian manis yang satu ini sangat fenomenal pada masanya. Penamaannya sendiri mengambil inspirasi dari aktor Hollywood legendaris, Robert Redford, yang kala itu menjadi pujaan banyak wanita. Kue ini menawarkan sensasi rasa yang luar biasa kaya melalui tumpukan lapisan yang menggoda. Bagian dasarnya berupa kerak cokelat renyah, yang kemudian ditumpuk secara berurutan dengan krim keju, puding, krim kocok (whipped cream), serta taburan kacang pecan. Berkat perpaduan tekstur lembut dan rasa yang kompleks, hidangan ini menjadi menu wajib dalam berbagai acara kumpul keluarga maupun perayaan makan malam.
2. Fondue Cokelat
Berasal dari adaptasi hidangan tradisional Swiss, fondue cokelat sukses menjadi simbol kemewahan dan gaya hidup sosial pada era 70-an. Berakar dari kata bahasa Prancis fondre yang berarti “meleleh”, fondue mengubah cara orang menikmati pencuci mulut menjadi aktivitas interaktif yang menyenangkan. Di berbagai pesta makan malam, semangkuk cokelat leleh hangat menjadi pusat perhatian para tamu. Mereka bisa secara bergantian mencelupkan berbagai pelengkap lezat—seperti buah stroberi segar, potongan brownies, hingga marshmallow yang kenyal—ke dalam aliran cokelat tersebut.
3. Tar Butterscotch
Bagi pencinta karamel, tar butterscotch adalah primadona di tahun 1970-an. Kue ini memiliki karakteristik alas tar yang renyah dan sarat akan aroma mentega, dipadukan dengan isian karamel yang kental, legit, dan halus. Rahasia kelezatan isiannya terletak pada percampuran gula palem (brown sugar), mentega, sirup emas, dan susu kental manis yang dikentalkan menggunakan sedikit tepung. Saking populernya sajian berhiaskan taburan cokelat parut ini, tar butterscotch bahkan pernah menjadi menu makan siang favorit yang sangat dinanti di sekolah-sekolah penjuru Inggris.
4. Lemon Lush
Meskipun akar resepnya sudah ada sejak era 1960-an, lemon lush baru mencapai puncak kejayaannya pada dekade 70-an. Kunci kesuksesan hidangan ini terletak pada kepraktisannya. Dibuat menggunakan bahan-bahan instan yang mudah didapat, lemon lush menyajikan harmoni rasa yang menyegarkan sekaligus ringan di mulut. Susunannya terdiri dari remah biskuit shortbread pada lapisan paling bawah, diikuti dengan olesan krim keju manis, lapisan tebal puding lemon yang asam segar, dan ditutup dengan tumpukan krim kocok yang berlimpah ruah.
5. Lemon Chiffon Cake
Berbeda dengan kue bolu pada umumnya yang padat, lemon chiffon cake menawarkan tekstur yang jauh lebih ringan, lembap, dan sangat elegan. Rahasia kelembutan kue ini berada pada teknik pembuatannya yang menggunakan minyak sayur sebagai pengganti mentega, serta pemanfaatan putih telur yang dikocok kaku sebelum dicampurkan ke dalam adonan. Pada bagian tengahnya, kue ini diberi isian krim pai lemon yang segar, lalu disempurnakan dengan olesan lapisan gula lemon atau sekadar taburan gula halus yang mempercantik penampilannya di atas meja makan.