Education

Dari Lahan Desa Menjadi Destinasi Edukasi: Inovasi “Edutainment” Kaki Bumi Sidoarjo yang Memikat Wisatawan Mancanegara

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari ​jatim.suaramerdeka.com Inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat desa kembali menunjukkan hasil yang mengagumkan. Kali ini, sorotan tertuju pada Desa Kebaron di Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, yang sukses mentransformasi lahan desa seluas 4 hektare menjadi sebuah destinasi agrowisata edukatif terpadu bernama “Wisata Kaki Bumi Petik Jambu”.​

Destinasi ini merupakan proyek kolaboratif yang dikelola secara sinergis oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kebaron Makmur bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Inisiatif ini adalah contoh konkret bagaimana aset desa yang dikelola secara kreatif dapat menghasilkan nilai ekonomi dan sosial.​

Foto: detik.com

Menurut Hadi Jarmadi, Kaur TU Desa Kebaron, konsep utama yang diusung adalah “edutainment” (edukasi dan hiburan). “Konsep kami adalah ‘edutainment’. Pengunjung tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga mendapat pengetahuan baru,” ujar Hadi. Tujuannya adalah memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman rekreasi yang menyenangkan sekaligus membawa pulang wawasan baru.​Dari total 4 hektare lahan yang dikelola, 2 hektare (separuh area) difokuskan sebagai kebun jambu produktif.

Area ini ditanami secara intensif dengan sekitar 2.000 pohon jambu, mencakup beragam varietas unggulan seperti jambu biji merah (dikenal kaya antioksidan), jambu kristal yang renyah, dan jambu Australia yang unik (baik untuk pencernaan). Pengelola juga aktif memberikan edukasi mengenai manfaat kesehatan dari setiap jenis jambu tersebut.​

Sisa 2 hektare lahan lainnya dikembangkan secara terintegrasi untuk mendukung konsep edutainment. Di area ini, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas yang melengkapi pengalaman agrowisata. Terdapat zona edukasi lingkungan melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), di mana pengunjung dapat belajar tentang manajemen limbah yang baik.​

Selain itu, tersedia zona interaksi fauna yang ramah anak, memungkinkan mereka untuk memberi makan kelinci dan melihat peternakan kambing mini. Bagi penggemar memancing, pengelola menyediakan fasilitas “Mancing Bareng” (MABAR) yang menjadi agenda rutin populer setiap hari Minggu.​

Foto: metrotoday

Daya tarik utama bagi pengunjung adalah pengalaman memetik dan menikmati jambu sepuasnya langsung di lokasi. Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp 5.000 per orang, pengunjung bebas menyantap buah jambu segar langsung dari pohonnya. Jika ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh, harga yang ditawarkan pun kompetitif: Jambu Biji Merah Rp 8.000/kg, Jambu Kristal Rp 15.000/kg, dan Jambu Australia Rp 20.000/kg.

​Hadi Jarmadi mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian destinasi ini, yang popularitasnya telah melampaui ekspektasi awal. Pengunjung tidak hanya datang dari sekitar Sidoarjo, tetapi juga dari luar daerah. “Setiap akhir pekan ramai sekali, bahkan pernah ada tamu yang datang dari Jepang,” ceritanya pada Minggu (16/11/2025).​Kepuasan pengunjung juga tecermin dari testimoni Ani, seorang wisatawan asal Bluru. “Seru sekali bisa memetik langsung. Kami sekalian ‘rujakan’ di sini karena jambunya gratis dimakan di tempat,” ujarnya.​

Untuk terus meningkatkan pelayanan dan daya tarik, pengelola telah merencanakan pengembangan ke depan. Rencana tersebut mencakup pembangunan pasar kuliner terpadu dan sebuah panggung kesenian untuk menggelar pertunjukan budaya secara rutin.​

Wisata Kaki Bumi Petik Jambu yang beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini telah membuktikan bahwa potensi desa, jika dikelola dengan visi dan kreativitas, dapat menjadi sumber kesejahteraan baru sekaligus kebanggaan bagi masyarakat lokal.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version