International

Dampak Kematian El Mencho: 25 Tentara Gugur

Published

on

Semarang (usmnews) – Gelombang besar dampak kematian El Mencho kini mengguncang stabilitas keamanan negara Meksiko. Bos kartel paling brutal ini tewas dalam operasi militer pada hari Minggu lalu. Kabar ini langsung memicu reaksi kekerasan dari para pengikut setianya. Mereka melancarkan serangan balasan yang sangat masif di berbagai kota.

Pemerintah setempat melaporkan situasi yang sangat mencekam. Kelompok kriminal bersenjata memblokir jalanan utama dengan membakar kendaraan. Aksi ini melumpuhkan aktivitas ekonomi dan transportasi warga sipil. Pihak berwenang mencatat kerusuhan ini telah menyebar hingga ke 20 negara bagian. Nyatanya, dampak kematian El Mencho ini sungguh melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat luas.

Ribuan Tentara Kepung Kota Rawan

Melansir laporan dari CNBC Indonesia, pemerintah merespons situasi ini dengan tegas. Presiden Meksiko memerintahkan pengiriman pasukan tambahan ke titik konflik. Sebanyak 10.000 tentara kini bersiaga penuh mengepung kota-kota rawan. Mereka bertugas memulihkan ketertiban dan meredam amukan anggota kartel.

“Awalnya kami mengirim 7.500 pasukan, namun kini bertambah lagi menjadi 10.000 personel,” ungkap sumber militer dalam laporan tersebut.

Namun, upaya ini harus menelan biaya yang sangat mahal. Laporan terbaru menyebutkan bahwa 25 anggota Garda Nasional gugur dalam bentrokan. Sementara itu, pihak militer berhasil menewaskan 30 anggota geng bersenjata.

Peringatan Perjalanan Internasional

Selanjutnya, kondisi keamanan yang memburuk memancing reaksi dunia internasional. Pemerintah Amerika Serikat dan Kanada segera mengeluarkan peringatan perjalanan. Mereka meminta warganya untuk menghindari wilayah konflik seperti Jalisco dan Michoacan.

Maskapai penerbangan asing juga mengambil langkah preventif. Beberapa maskapai besar memutuskan untuk menunda penerbangan menuju Meksiko. Mereka tidak ingin mengambil risiko di tengah situasi yang tak menentu ini. Warga lokal pun memilih untuk berdiam diri di dalam rumah. Sekolah dan pusat bisnis tutup sementara demi keamanan.

Kesimpulannya, dampak kematian El Mencho telah memicu ketakutan yang luar biasa. Kekosongan kekuasaan berpotensi memicu perebutan takhta yang lebih berdarah. Kita berharap pemerintah Meksiko dapat segera mengendalikan situasi ini. Perdamaian bagi warga sipil harus menjadi prioritas utama saat ini.

Baca Juga: Kemlu Ungkap Kondisi 45 WNI di Meksiko: Update Keamanan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version