Lifestyle

Pakar UI Beberkan Dampak Bahaya Dampak Brain Rot Akibat Scrolling Konten Receh

Published

on

Semarang (usmnews) – Publik kini tengah menghadapi ancaman serius dari maraknya hiburan kilat di media sosial. Fenomena ini muncul akibat kebiasaan masyarakat menikmati tayangan video pendek secara terus-menerus setiap hari. Para ahli mengingatkan bahwa konsumsi informasi dangkal tersebut dapat memicu penurunan fungsi kognitif secara drastis. Oleh karena itu, masyarakat harus segera menyadari dampak brain rot sebelum kerusakan fokus mental menjadi permanen.

Paparan dampak brain rot secara perlahan merusak kemampuan berpikir mendalam pada anak-anak maupun orang dewasa. Kebiasaan menggulirkan layar tanpa henti merangsang pelepasan hormon kesenangan instan dalam jumlah yang tidak wajar. Akibatnya, sistem saraf manusia akan selalu menuntut stimulasi visual baru setiap beberapa detik sekali. Siklus buruk ini pada akhirnya menciptakan ketergantungan digital akut yang sangat sulit masyarakat sembuhkan.

Mekanisme Dopamin dan Gejala Nyata Dampak Brain Rot (Pembusukan Otak)

Guru Besar Universitas Indonesia, Agustino Zulys, memberikan penjelasan ilmiah yang sangat mendalam mengenai masalah kesehatan mental ini. Beliau memaparkan bahwa paparan visual cepat merusak sistem penerima rangsangan alami di dalam kepala manusia. Otak korban secara bertahap kehilangan kekuatan untuk mencerna informasi penting yang membutuhkan penalaran kompleks. Hal ini terjadi karena mereka sudah terbiasa mendapatkan kepuasan instan tanpa perlu memeras otak sedikit pun.

“Brain rot itu pembusukan otak. Bukan penyakit resmi, tapi fenomena nyata,” ujar Zulys melalui unggahan media sosial pribadinya pada Jumat, 17 Juli 2026. Beliau juga menambahkan bahwa gangguan ini memicu lonjakan emosi yang tidak stabil pada penderitanya. Korban cenderung menjadi lebih reaktif, sulit mengambil keputusan, serta kerap mengalami pelemahan daya ingat jangka pendek. “Berbagai artikel ilmiah menunjukkan brain rot dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir karena terlalu banyak konsumsi konten receh, cepat, dan dangkal,” jelasnya secara rinci.

Bahaya Dampak Brain Rot Pada Anak-Anak dan Peran Algoritma

Kondisi ini ternyata membawa dampak yang jauh lebih merusak bagi anak-anak usia sekolah. Masa perkembangan emas mereka terancam gagal akibat paparan gawai yang terlalu dini tanpa pengawasan orang tua. Anak-anak menjadi sangat cepat bosan saat guru menerangkan pelajaran di dalam ruang kelas. Selain itu, ketergantungan gawai secara nyata meningkatkan risiko gangguan emosional hingga depresi berat pada usia remaja.

“Platform yang dipakai tahu apa yang bikin kamu tonton lama. Kesenangan instan, tidak perlu mikir, sudah bisa langsung senang,” ucap Zulys memperingatkan publik. Pengembang aplikasi memang sengaja merancang algoritma khusus untuk menahan perhatian pengguna selama mungkin demi keuntungan bisnis. Oleh karena itu, membatasi durasi harian menatap layar ponsel merupakan langkah penyelamatan terbaik yang bisa kita lakukan sekarang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version