Nasional
Dampak Banjir di Jalur Lingkar Selatan Cilegon: Pengalihan Arus Mudik Menuju Pelabuhan Merak

Semarang (usmnews) – Situasi arus mudik di wilayah Cilegon, Banten, menghadapi tantangan besar akibat faktor cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut telah menyebabkan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon terendam banjir cukup parah. Kondisi ini memaksa pihak kepolisian dan otoritas terkait untuk melakukan perubahan skema perjalanan secara mendadak bagi para pemudik, khususnya pengguna sepeda motor dan kendaraan logistik.
Genangan air yang muncul di beberapa titik vital JLS Cilegon dilaporkan mencapai ketinggian yang membahayakan bagi kendaraan kecil. Titik terparah terpantau berada di akses menuju Pelabuhan Ciwandan, yang secara khusus dialokasikan pemerintah sebagai pintu penyeberangan utama bagi pemudik motor dan truk selama masa angkutan Lebaran.
Karena air merendam badan jalan dengan kedalaman yang cukup signifikan, risiko kendaraan mogok atau kecelakaan menjadi sangat tinggi. Hal ini memicu terjadinya antrean panjang kendaraan yang terjebak di jalur tersebut, mengingat JLS merupakan urat nadi utama bagi kendaraan berat dan pemudik yang akan menuju Ciwandan.

Pengalihan arus ini tentu berdampak pada kepadatan di area Pelabuhan Merak. Merak yang biasanya difokuskan untuk kendaraan pribadi (mobil) dan bus, kini harus berbagi ruang dengan ribuan pemudik motor dan kendaraan logistik. Petugas di lapangan bekerja ekstra keras untuk mengatur zonasi parkir dan antrean masuk ke dalam kapal agar tidak terjadi penumpukan yang meluap hingga ke jalan arteri.
Penundaan perjalanan atau pengalihan rute ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan di tengah cuaca buruk. Hingga saat ini, petugas masih terus bersiaga di titik-titik banjir untuk melakukan penyedotan air dan mengatur lalu lintas agar mobilitas masyarakat menuju pelabuhan tetap terjaga meski dalam kondisi terbatas.







