Lifestyle

Daftar Negara yang Paling Tidak Suka Israel, Indonesia Masuk Peringkat

Published

on

Semarang (usmnews) – Lembaga riset global Pew Research Center merilis daftar negara yang paling tidak suka israel melalui survei terbaru mereka. Indonesia masuk dalam peringkat atas karena mayoritas masyarakat memiliki persepsi yang sangat negatif. Fenomena ini mencerminkan sikap politik serta solidaritas kemanusiaan warga netizen yang sangat kuat. Oleh karena itu, data ini menarik perhatian banyak pengamat hubungan internasional di berbagai belahan dunia. Sikap tegas menolak kebijakan luar negeri Israel mendominasi jawaban para responden dalam jajak pendapat tersebut.

Analisis Daftar Negara yang Paling Tidak Suka Israel

Pakistan menempati urutan pertama dalam daftar negara yang paling tidak suka israel dengan persentase sembilan puluh lima persen. Selanjutnya, Turki menyusul pada peringkat kedua dengan angka ketidakpukaan mencapai sembilan puluh satu persen. Malaysia juga menunjukkan sentimen negatif yang sangat tinggi yaitu sebesar delapan puluh sembilan persen. Sementara itu, delapan puluh enam persen responden dewasa di Indonesia menyatakan pandangan yang tidak menguntungkan. Seasia Stats mencatat bahwa mayoritas penduduk Muslim menunjukkan penolakan paling konsisten terhadap negara zionis tersebut. Sikap ini berakar kuat pada komitmen membela kemerdekaan Palestina yang tertuang dalam konstitusi negara.

Lonjakan Sentimen Negatif di Kawasan Asia dan Global

Pew Research Center mengukur persepsi publik global ini pada awal tahun dua ribu dua puluh enam. Jajak pendapat tersebut melibatkan ribuan responden dari tiga puluh enam negara di berbagai benua. Berdasarkan laporan resmi, “persentase responden yang memiliki pandangan negatif naik dari 80% pada 2025 menjadi 86% pada 2026.” Kenaikan signifikan ini membuktikan bahwa kritik terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu semakin meluas di tanah air. Selain itu, negara-negara tetangga seperti Singapura dan Filipina juga mencatatkan angka sentimen negatif yang cukup besar. Dengan demikian, ketidakpuasan terhadap tindakan militer Israel kini menjadi sebuah fenomena kolektif masyarakat dunia.

Tingkat Kepercayaan Publik Dunia Terhadap Hubungan Internasional

Masyarakat internasional menilai konflik yang terus berlanjut memicu kemerosotan reputasi diplomatik Israel secara global. Sebab, kebijakan agresif pemerintah mereka merusak stabilitas perdamaian dan memicu gelombang protes massal. Jepang dan Australia bahkan mencatatkan angka ketidakpukaan masyarakat yang menyentuh delapan puluh tiga serta tujuh puluh sembilan persen. Oleh sebab itu, tren penolakan ini tidak lagi terbatas pada negara-negara mayoritas Muslim saja. Pada akhirnya, hasil riset ini menjadi gambaran nyata mengenai peta dukungan politik masyarakat dunia saat ini. Otoritas global harus mencermati perubahan persepsi ini demi merumuskan langkah perdamaian yang lebih berkeadilan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version