Lifestyle

CEO Hermes Kesal Tas Birkin Dijual Reseller, Eksklusivitas Brand Terancam

Published

on

(usmnews) – CEO Hermes, Axel Dumas mengungkapkan kekesalannya atas semakin maraknya penjualan tas Hermes Birkin baru di pasar sekunder alias reseller.

Ia menilai fenomena ini merusak hubungan eksklusif yang Hermes bangun bertahun-tahun dengan pelanggan setianya

Menurut Dumas, banyak “pelanggan palsu” yang sengaja datang ke butik Hermes hanya untuk membeli, kemudian menjual kembali tas tersebut demi keuntungan pribadi.

“Mereka menghalangi kami melayani pelanggan asli. Hal ini sungguh mengkhawatirkan bagi kami,” ucapnya.

Sulitkah membeli tas Hermes?

Hermes mengandalkan eksklusivitas

Berbeda dengan beberapa brand mewah lain, Hermes mengandalkan kelangkaan, kemewahan, dan eksklusivitas dalam memasarkan produknya. 

Pada tahun 2023, kelangkaan membuat Hermes meraih pendapatan tahunan sebesar 14,5 miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 337,6 triliun), lapor Business Insider.

Hermes tidak memasarkan produknya secara masif di media sosial, tidak memiliki TikTok, dan tidak bagi-bagi tas gratis ke selebritas. 

Sebab, brand ini hanya bisa memproduksi tas tangan dalam jumlah terbatas setiap tahunnya, serta harus memutuskan siapa yang akan mendapatkan tasnya nanti. 

Erwan Rambourg, kepala riset konsumen dan ritel global di HSBC, menyatakan kepada CNN bahwa pasokan, bukan permintaan, yang mendorong Hermes. Ia menambahkan bahwa mereka tidak bisa tiba-tiba memproduksi banyak produk dengan mengayunkan tongkat ajaib.

Orang sering menilai praktik penjualan Hermes penuh teka-teki. Misalnya, Hermes sesekali menawarkan tas Birkin dan Kelly kepada klien yang sudah memiliki riwayat pembelian di brand ini.

Tak hanya itu, brand ini juga mengontrol ketat distribusi produknya. Hermes tidak pernah menurunkan harga dan tidak memberi diskon.

Hermes, misalnya, tidak menjual tas Birkin dan Kelly secara online (daring). Bahkan, butik Hermes biasanya tidak memajang tas-tas tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version