Lifestyle
Jangan Asal Pakai, Ini Cara Cuci Baju Thrifting

Belakangan ini, tren berburu pakaian bekas atau thrifting semakin diminati oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Selain menawarkan harga yang jauh lebih miring, thrifting memungkinkan seseorang mendapatkan pakaian unik yang tidak lagi beredar di pasaran. Namun, di balik keuntungan gaya dan ekonomi tersebut, ada risiko kesehatan kulit yang mengintai jika Anda tidak waspada dalam mengolah pakaian tersebut sebelum menggunakannya.
Seorang dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Fitria Agustina, Sp.KK, FINSDV, FAADV, memberikan peringatan keras bagi para pemburu pakaian bekas. Beliau menegaskan bahwa mencuci baju thrifting hanya dengan deterjen biasa tidaklah cukup untuk menjamin kebersihan dan keamanan kulit kita.
Bahaya Tersembunyi di Balik Serat Kain Bekas
Kita tidak pernah tahu siapa pemilik sebelumnya atau bagaimana kondisi penyimpanan pakaian tersebut di gudang. Dokter Fitria menjelaskan bahwa pakaian bekas berpotensi menjadi sarang bagi berbagai mikroorganisme berbahaya. Beberapa ancaman yang paling umum meliputi:
- Jamur: Penyebab utama penyakit kurap dan gatal-gatal hebat.
- Bakteri: Dapat memicu infeksi pada pori-pori kulit.
- Tungau dan Kutu: Khususnya tungau Sarcoptes scabiei yang menyebabkan penyakit kulit menular bernama skabies (kudis).
Mikroorganisme ini seringkali memiliki daya tahan yang kuat dan mampu bertahan hidup di serat kain dalam waktu yang cukup lama, meskipun pakaian tersebut terlihat bersih secara kasat mata.

Langkah Membersihkan Pakaian ala Dokter Spesialis
Untuk memutus rantai penularan penyakit kulit, dr. Fitria menyarankan langkah pembersihan yang lebih agresif dan menyeluruh. Berikut adalah panduannya:
1. Rendam dengan Air Panas Jangan langsung memasukkan baju ke dalam mesin cuci. Langkah pertama yang paling krusial adalah merendam pakaian tersebut dalam air panas dengan suhu minimal 60 derajat Celsius. Suhu tinggi merupakan musuh utama bagi tungau, kutu, dan sebagian besar bakteri. Pastikan Anda memeriksa label pakaian terlebih dahulu; jika bahan pakaian terlalu sensitif, Anda mungkin perlu melakukan perendaman singkat namun tepat sasaran.
2. Gunakan Deterjen Berkualitas Setelah proses perendaman, cuci pakaian tersebut menggunakan deterjen. Deterjen bekerja mengangkat kotoran fisik dan lemak yang mungkin menempel, sementara air panas sebelumnya sudah bekerja melumpuhkan organisme hidup di dalamnya.
3. Manfaatkan Sinar Matahari atau Mesin Pengering Proses pengeringan memegang peran yang sangat penting. Dokter menyarankan agar kita menjemur pakaian di bawah sinar matahari langsung yang terik atau menggunakan mesin pengering dengan suhu tinggi. Lingkungan yang lembap justru akan memicu sisa-sisa jamur untuk berkembang biak kembali.
4. Jangan Lupa Menyetrika dengan Suhu Tinggi Langkah terakhir yang sering terabaikan adalah menyetrika. Panas dari setrika berfungsi sebagai sistem keamanan tambahan. Panas ini akan membunuh kuman atau telur serangga yang mungkin masih bertahan setelah proses pencucian.

Kapan Anda Harus Waspada?
Jika setelah memakai baju bekas Anda merasakan gejala seperti gatal yang hebat (terutama di malam hari), muncul ruam kemerahan, atau bentol-bentol kecil yang menyebar, segera hentikan penggunaan baju tersebut. Dokter menyarankan agar Anda langsung berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebelum infeksi menyebar ke anggota keluarga lain di rumah.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda tetap bisa tampil modis dengan baju thrifting tanpa harus mengorbankan kesehatan kulit Anda. Ingat, kebersihan adalah kunci utama dari gaya hidup yang berkelanjutan!







