Entertainment
Bob Iger Ungkap Rencana Disney Membeli James Bond dan Twitter di Masa Lalu
Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Mantan Chief Executive Officer (CEO) The Walt Disney Company, Bob Iger, baru-baru ini membuka suara mengenai ambisi besarnya di masa lalu dalam memperluas ekosistem hiburan Disney. Dalam sebuah sesi wawancara mendalam bersama Financial Times yang juga dikutip oleh Variety pada hari Selasa (23/6), Iger membeberkan bahwa waralaba spionase legendaris, James Bond, ternyata pernah masuk ke dalam radar incaran utama akuisisi Disney.
Rencana ini disusun beriringan dengan manuver bersejarah Disney ketika mereka sedang gencar mencaplok studio-studio ikonik seperti Pixar, Marvel, dan Lucasfilm (Star Wars). Iger mengisahkan bahwa ia bersama timnya telah menyusun sebuah daftar target strategis dan berambisi untuk mengeksekusi serta membeli semuanya satu demi satu. Sayangnya, impian untuk membawa agen rahasia 007 ke dalam naungan kastil Disney urung terwujud, dan kini hak kepemilikan waralaba tersebut telah jatuh ke tangan raksasa e-niaga, Amazon.
Kesuksesan Pixar Sebagai Penyelamat
Meskipun gagal mengamankan hak atas James Bond, Iger menekankan bahwa prioritas tertinggi Disney pada masa itu adalah Pixar. Studio animasi tersebut dipandang sebagai kekuatan kreatif yang “tak terbendung”. Kesepakatan bernilai US$7,4 miliar yang dirampungkan pada bulan Mei 2006 tersebut menjadi titik balik krusial yang sangat emosional bagi perusahaan. Iger bahkan menganalogikan keberhasilan akuisisi Pixar layaknya “awan gelap yang akhirnya tersibak dan membiarkan matahari kembali bersinar terang,” yang menandai era kejayaan dan inovasi baru bagi raksasa hiburan tersebut.
Batalnya Akuisisi Twitter dan Wacana Merger Bersama Apple
Ambisi Iger ternyata tidak hanya sebatas pada ekspansi properti intelektual hiburan semata. Secara mengejutkan, ia mengungkapkan fakta bahwa Disney pernah berada di ambang kesepakatan untuk membeli platform media sosial Twitter secara langsung dari tangan pemiliknya saat itu, Jack Dorsey. Nilai valuasi yang ditawarkan pada saat itu dinilai “sangat menarik”. Visi utamanya adalah menyulap Twitter menjadi mesin distribusi konten global yang masif untuk seluruh produk Disney.
Namun, keraguan tiba-tiba menyergap Iger tepat pada pagi hari sebelum dokumen final kesepakatan ditandatangani. Ketakutan bahwa dinamika media sosial tersebut justru akan berubah menjadi “gangguan yang mengerikan” bagi stabilitas bisnis utama Disney membuatnya mundur teratur. Sebagaimana dicatat oleh sejarah, platform tersebut pada akhirnya diakuisisi oleh taipan teknologi Elon Musk pada 28 Oktober 2022 dengan nilai fantastis US$44 miliar, dan kini telah bertransformasi rupa serta nama menjadi X.
Mimpi Menyatukan Disney dan Apple
Fakta menarik lainnya yang terungkap dari wawancara tersebut adalah wacana penyatuan dua raksasa industri dunia: Disney dan Apple. Iger membenarkan bahwa perusahaannya sempat mempertimbangkan hal tersebut secara internal, dan bahkan telah menjalin komunikasi awal dengan pihak Apple. Jika terealisasi, merger tersebut diproyeksikan akan menjadi tonggak sejarah yang sangat transformatif dan menciptakan kekuatan korporasi yang setara.
Akan tetapi, wacana tersebut layu sebelum berkembang karena Apple dikabarkan tidak menunjukkan ketertarikan yang signifikan untuk melanjutkannya. Terkait hal ini, Iger sempat merenungkan sebuah skenario dalam memoar pribadinya yang dirilis pada tahun 2019. Ia memiliki keyakinan kuat bahwa seandainya mendiang pendiri Apple, Steve Jobs, masih hidup saat itu, diskusi mengenai penggabungan kedua megakorporasi ini pasti akan dibicarakan secara jauh lebih serius, atau bahkan mungkin sudah benar-benar terwujud.
Purna Tugas di Disney dan Babak Baru di Thrive Capital
Setelah mendedikasikan sebagian besar karier profesionalnya untuk membangun serta membesarkan imperium Disney, perjalanan Bob Iger di kursi kepemimpinan puncak akhirnya purna. Ia secara resmi mengundurkan diri dari jabatan CEO The Walt Disney Company pada bulan Maret 2026. Tongkat estafet komando perusahaan kemudian diserahkan kepada suksesornya, yakni Josh D’Amaro.
Meski demikian, tidak butuh waktu lama bagi Iger untuk memulai babak baru dalam perjalanan kariernya. Memasuki bulan April 2026, beredar konfirmasi bahwa ia telah mengambil peran baru sebagai penasihat strategis di Thrive Capital, sebuah perusahaan modal ventura (venture capital) terkemuka. Perusahaan yang bermarkas di New York tersebut didirikan pada tahun 2009 oleh Josh Kushner, yang merupakan adik kandung dari menantu Donald Trump, Jared Kushner. Keterlibatan Iger di ranah investasi dan Thrive Capital ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru, mengingat ia sebelumnya sudah pernah bergabung dengan perusahaan tersebut sebagai venture partner pada bulan September 2022, jauh sebelum ia resmi menanggalkan jabatannya di Disney.