Business
Bitcoin Menguat Tipis di Tengah Volatilitas Pasar Kripto, Altcoin Masih Tertekan

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Pasar mata uang kripto kembali menunjukkan dinamika yang fluktuatif pada sesi perdagangan hari Selasa, 13 Januari 2026. Berdasarkan laporan terbaru, Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia masih mampu mempertahankan posisinya di zona hijau, meskipun kenaikannya terbilang tipis. Di sisi lain, pasar altcoin (aset kripto alternatif selain Bitcoin) tampak masih dibayangi tekanan, dengan pergerakan harga yang bervariasi antara stagnasi dan koreksi. Pergerakan Bitcoin yang Stabil namun Terbatas. Mengutip data dari Coin Market Cap, Bitcoin mencatatkan penguatan harian sekitar 0,58 persen, membawanya ke level harga 91.312,73 dollar AS.
Dalam rentang waktu 24 jam terakhir, pergerakan “Raja Kripto” ini berada di kisaran terendah 90.055,02 dollar AS hingga level tertinggi 92.395,52 dollar AS.Kenaikan ini menegaskan dominasi Bitcoin yang masih sangat kuat di pasar, dengan penguasaan pasar (market dominance) mencapai 58,69 persen. Total kapitalisasi pasar Bitcoin kini tercatat sebesar 1,82 triliun dollar AS, didukung oleh volume transaksi harian yang masif mencapai 41,06 miliar dollar AS. Dari sisi pasokan, jumlah Bitcoin yang beredar telah menyentuh angka 19,97 juta keping, semakin mendekati batas maksimum suplai algoritmanya yaitu 21 juta keping. Meskipun secara mingguan Bitcoin mengalami pelemahan sebesar 2,40 persen, aset ini masih membukukan kinerja positif sekitar 3 persen sejak awal tahun 2026. Altcoin: Antara Koreksi dan Stagnasi.

Berbeda dengan Bitcoin yang berhasil mencatatkan kenaikan, mayoritas altcoin utama justru menghadapi tantangan berat untuk menembus zona hijau. Tekanan jual masih terasa di beberapa aset besar lainnya: Ethereum (ETH): Sebagai aset kripto terbesar kedua, Ethereum mengalami koreksi tipis sebesar 0,33 persen, diperdagangkan di level 3.099,63 dollar AS. Kapitalisasi pasarnya kini berada di angka 374,37 miliar dollar AS, menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap platform smart contract ini masih cenderung berhati-hati.Solana (SOL): Penurunan yang lebih dalam dialami oleh Solana, yang melemah sebesar 0,86 persen ke posisi 139,02 dollar AS. Hal ini mencerminkan adanya tekanan jangka pendek pada ekosistem tersebut meskipun kapitalisasi pasarnya masih cukup besar di angka 78,55 miliar dollar AS.
Binance Coin (BNB) & XRP: Di tengah tekanan tersebut, BNB dan XRP berhasil mencuri sedikit momentum positif. BNB menguat 0,56 persen ke harga 906,26 dollar AS, sementara XRP naik tipis 0,18 persen menjadi 2,055 dollar AS. Kenaikan ini, meskipun kecil, memberikan sinyal adanya minat beli selektif dari para investor. Stabilitas StablecoinSementara itu, aset stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap menjalankan fungsinya sebagai pelindung nilai dengan pergerakan yang sangat minim. USDT diperdagangkan stabil di 0,9988 dollar AS (naik 0,03 persen), dan USDC berada di level 0,9996 dollar AS dengan kenaikan persentase yang sama.

Stabilitas ini menunjukkan bahwa banyak pedagang (trader) mungkin sedang “memarkir” dana mereka di aset aman sembari menunggu arah pergerakan pasar yang lebih jelas. Secara keseluruhan, data perdagangan pada 13 Januari 2026 ini menggambarkan pasar yang masih mencari arah pasti. Bitcoin bertindak sebagai penopang utama yang menjaga sentimen pasar agar tidak jatuh terlalu dalam, sementara altcoin berjuang menghadapi tekanan likuiditas dan ketidakpastian jangka pendek. Para investor tampaknya masih mengambil sikap wait and see, tercermin dari pergerakan harga yang tidak terlalu agresif di kedua sisi.







