Nasional

Bantuan RTLH Pemprov Jateng Ubah Nasib Keluarga Miskin Kebumen

Published

on

Semarang (usmnews) – Rona kebahagiaan memancar dari wajah Sailah, seorang warga Kecamatan Buluspesantren. Perempuan paruh baya ini akhirnya menempati hunian layak bersama anggota keluarganya. Sebelumnya, keluarga miskin ini bertahun-tahun mendiami bangunan kumuh yang beralaskan tanah merah. Selain itu, kondisi dinding rumah mereka rupanya belum berlapis semen sama sekali. Kini, program Bantuan RTLH dari pemerintah berhasil mengubah total kondisi tempat tinggal mereka. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang menggencarkan program perbaikan hunian bagi warga miskin. Sebagai hasilnya, keluarga kurang mampu ini bisa bernapas lega menikmati tempat berteduh baru.

Peninjauan Langsung Bantuan Rumah Warga

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung lokasi hunian warga. Beliau melakukan kunjungan resmi pada hari Selasa pada pertengahan bulan Juli ini. Lebih lanjut, kunjungan ini bertujuan meninjau hasil realisasi program Bantuan RTLH tersebut. Beliau tidak hanya sekadar melihat kondisi fisik bangunan rumah warga desa setempat. Gus Yasin juga menanyakan kondisi perekonomian keluarga penerima manfaat secara lebih mendetail. “Hari ini kita mengontrol kondisi rumah warga pada desa binaan wilayah Kebumen,” kata Taj Yasin. Oleh sebab itu, ia memastikan pemerintah selalu memantau kesejahteraan hidup para keluarga penerima manfaat.

Solusi Pekerjaan Pendamping Renovasi Hunian

Pemerintah mendapati kondisi ekonomi keluarga Sailah masih berada dalam kategori sangat pas-pasan. Suami Sailah saat ini merantau mencari nafkah menuju wilayah Cirebon, Jawa Barat. Pria tersebut menyambung hidup harian dengan berjualan makanan ringan bernama cilok keliling. Sementara itu, Sailah mengais rezeki tambahan dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Penghasilan kedua pasangan ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan harian keluarga. Di sisi lain, putra sulung mereka rupanya belum mempunyai pekerjaan yang tetap. Padahal, pemuda tersebut sudah menamatkan jenjang pendidikan tingkat sekolah menengah atas setempat. Oleh karena itu, Gus Yasin menjanjikan sebuah solusi nyata bagi keluarga ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mencarikan peluang kerja bagi pemuda pengangguran tersebut. Pemprov Jateng segera menghubungkan anak Sailah dengan berbagai akses jaringan bursa kerja. Selanjutnya, pemuda ini berpeluang mengikuti pelatihan vokasi maupun program magang keahlian khusus. Pemerintah bahkan membuka kesempatan magang menuju negara Jepang jika memenuhi kriteria tertentu. “Anaknya sudah menamatkan sekolah, kita coba menghubungkannya ke dunia usaha atau pekerjaan,” ujar Gus Yasin. Sebagai dampaknya, langkah nyata ini mendapat sambutan sangat baik dari pihak keluarga.

Wujud Syukur atas Bantuan Perbaikan Rumah

Sailah mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran pemerintah daerah Jawa Tengah. Ia merasa sangat bersyukur karena kondisi rumahnya kini menjadi jauh lebih nyaman. “Terima kasih banyak atas bantuannya, rumah kami sekarang sudah terlihat sangat bagus,” tutur Sailah. Perempuan ini mengenang masa lalu saat rumahnya masih murni beralaskan tanah liat. Pada waktu itu, dinding rumahnya juga belum berlapis plester semen sama sekali. Kini, bangunan tersebut sudah memenuhi standar kelayakan sebuah tempat tinggal yang sehat.

Kolaborasi Warga Mewujudkan Rumah Layak

Ketua Rukun Tetangga setempat, Edi Mulyanto, turut membagikan proses pengajuan bantuan warga. Edi menerangkan para warga menerima suntikan dana senilai dua puluh juta rupiah. Dana tunai tersebut berasal dari persetujuan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah langsung. Sebelumnya, pengurus lingkungan mengajukan usulan bantuan secara berjenjang melalui pemerintah desa setempat. Lebih lanjut, Edi menjelaskan warga sekitar turut menyumbangkan tenaga secara sangat sukarela. Mereka bergotong royong secara kompak membantu keluarga Sailah membangun kembali hunian tersebut. Akibatnya, proses renovasi tempat tinggal sederhana ini berjalan lancar tanpa mengalami kendala.

Para tetangga bahu-membahu mengganti bagian atap, memasang genteng, hingga menyusun balok penyangga. Mereka juga memasang kusen pintu kayu dan memperbaiki tampilan depan rumah Sailah. Meskipun demikian, Edi menitipkan sebuah harapan besar kepada pemerintah daerah Jawa Tengah. Ia meminta pemerintah terus memberikan pendampingan ekonomi bagi keluarga kurang mampu ini. “Kondisi rumah sudah baik, kami harap keluarga ini juga mendapat pendampingan ekonomi,” ujarnya. Sebagai informasi tambahan, pemerintah daerah terus mengebut program perbaikan hunian warga miskin. Tahun lalu, pemerintah sukses merenovasi tujuh belas ribu unit hunian warga kurang mampu. Sementara itu, pemerintah mematok target perbaikan sebanyak lima ribu unit untuk tahun ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version