Connect with us

Nasional

Banjir Mijen Seret Dua Pelajar, Satu Diantaranya Hilang

Published

on

Semarang (usmnews) – Melansir dari kumparan.com Banjir bandang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, memakan korban jiwa. Arus deras Sungai Karangmalang menyeret dua pelajar sekolah menengah pada Selasa (10/02) malam. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Namun, petugas masih memburu satu korban lain yang hilang hingga saat ini.

Kronologi Tanggul Jebol Penyebab Banjir Mijen

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, membeberkan kronologi kejadian nahas tersebut. Hujan deras mengguyur wilayah Mijen hingga memicu jebolnya tanggul Sungai Karangmalang. Luapan air bah menerjang badan jalan dengan sangat cepat. Arus deras lantas menyapu dua sepeda motor, Honda Beat dan Scoopy, beserta para penumpangnya.

Identitas Korban

Pengendara Honda Scoopy berjuang sekuat tenaga melawan arus deras hingga berhasil lolos dari maut. Sayangnya, arus air yang begitu kuat menyeret penumpang bernama Nadia Eka Kurniawati (13) sebelum ia sempat menyelamatkan diri. Gadis belia ini gagal menggapai pegangan hingga akhirnya hanyut terbawa banjir. Sementara itu, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Fahma Chusnun Nida (16) pada Rabu (11/02) pagi.

Petugas mengevakuasi jasad korban setelah melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi kejadian. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa korban merupakan siswi SMAN 12 Gunungpati. Ia tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat sendirian saat musibah tersebut menerjang.

Tantangan Operasi Pencarian

Basarnas menerjunkan dua tim Search and Rescue Unit (SRU) guna mempercepat operasi pencarian di lokasi kejadian. Personel menyisir aliran Sungai Karangmalang secara teliti mulai dari titik jatuhnya korban hingga ke muara Waduk Jatibarang. Selain itu, tim gabungan memperluas jangkauan pantauan hingga ke area persawahan yang sempat terendam banjir.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengakui berbagai tantangan berat yang menghadang tim di lapangan. Arus sungai yang deras serta kondisi cuaca ekstrem terus menghambat pergerakan petugas. Meskipun begitu, seluruh personel tetap bekerja keras tanpa henti demi menemukan korban secepatnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *