Nasional
Balita Rentan Hipotermia Saat Mendaki, Ini Kata Dokter
Semarang (usmnews) – Dilansir dari Kumparan.com Jagat media sosial menyoroti insiden memilukan seorang anak kecil pada kawasan pegunungan. Tepatnya, peristiwa balita rentan hipotermia ini bermula saat korban mengikuti kedua orang tuanya mendaki. Untungnya, petugas tim penyelamat wilayah Semarang segera mengevakuasi korban menuju tempat sangat aman. Mengutip laporan resmi, keluarga kecil asal Tembalang ini sukses mencapai puncak pada siang hari.
Namun, sang anak terus menangis kencang sambil menunjukkan tanda kedinginan ekstrem secara sangat jelas. Menyikapi hal ini, Dokter Muhammad Iqbal memberikan penjelasan medis mengenai bahaya membawa anak kecil. Menurutnya, kawasan dataran tinggi memiliki suhu cuaca super dingin serta tingkat kelembapan sangat tinggi. Tegasnya, lingkungan pegunungan ini membuktikan balita rentan hipotermia daripada kelompok manusia usia dewasa secara umum.
Lebih lanjut, sang dokter menjelaskan kondisi daya tahan tubuh bayi masih berproses menuju tahap sempurna. Selain itu, balita memiliki ketebalan lapisan kulit jauh lebih tipis daripada kulit manusia usia dewasa. Akibatnya, udara dingin sangat mudah menembus pertahanan tubuh dan langsung mengganggu sirkulasi darah anak balita. Bahkan, kawasan dataran tinggi memicu bahaya infeksi saluran pernapasan atas serta masalah dehidrasi sangat akut.
Secara rinci, anak balita juga membutuhkan asupan cairan harian jauh lebih banyak saat mengikuti pendakian. Makanya, kegiatan pendakian gunung melebihi ketinggian seribu lima ratus meter sangat membahayakan keselamatan sang bayi. Sebagai panduan, orang tua wajib mewaspadai tanda bahaya melalui intensitas tangisan anak saat menyusuri jalur. Apabila suara tangisan anak mulai melemah, keluarga wajib segera mencari pertolongan medis secepat mungkin.
[Baca Juga: Hotel The Meru Sanur Sabet Dua Penghargaan Paling Bergengsi]
Pastinya, penanganan sigap sukses menyelamatkan nyawa korban dari bahaya gangguan detak jantung paling mematikan. Oleh karena itu, pendaki wajib menghangatkan tubuh korban memakai selimut khusus dan memberikan minuman hangat. Khususnya, dokter menyarankan para orang tua menunggu anak menginjak usia sekolah dasar sebelum mengenalkan alam. Kesimpulannya, persiapan peralatan ekstra dan pemilihan jalur wisata sangat aman sukses menangkal ancaman balita rentan hipotermia.