Lifestyle

Bahaya Tersembunyi Begadang: Mengapa Kurang Tidur Satu Jam Saja Bisa Mengancam Nyawa Anda

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip cnbcindonesia.com Banyak orang di era modern saat ini sering kali meremehkan pentingnya waktu istirahat. Demi mengejar target pekerjaan, menuntaskan maraton serial film, atau sekadar terpaku pada layar ponsel hingga larut malam, kita sering kali rela memangkas jam tidur. Namun, kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata menyimpan risiko kesehatan yang sangat fatal. Berdasarkan penelitian terbaru yang dirangkum dari Pusat Jantung Nasional (PJN) Harapan Kita, kehilangan waktu tidur meski hanya satu jam setiap malam dapat memicu peningkatan risiko serangan jantung hingga 33 persen.

Angka tersebut tentu sangat mengkhawatirkan. Menurut American Heart Association, durasi tidur yang kurang dari enam jam setiap malam menempatkan seseorang pada posisi yang sangat rentan terhadap penyakit kardiovaskular. Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara biologis, ketika tubuh kurang beristirahat, terjadi proses penumpukan kalsium di dalam pembuluh darah jantung. Penumpukan ini lama-kelamaan akan membentuk plak yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Kondisi inilah yang menjadi cikal bakal terjadinya serangan jantung karena aliran darah ke otot jantung menjadi terhambat.

Selain masalah fisik pada pembuluh darah, kurang tidur juga memicu reaksi peradangan internal dalam tubuh. Peradangan kronis merupakan musuh utama bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Jika seseorang terbiasa tidur hanya lima jam padahal kebutuhan ideal tubuhnya adalah tujuh jam, maka jantung dipaksa bekerja jauh lebih keras dari kapasitas normalnya. Secara metaforis, jantung berada dalam “zona bahaya” setiap hari akibat kelelahan sistemik tersebut.

Ada beberapa tanda peringatan yang harus diwaspadai, di antaranya adalah rasa lelah yang berlebihan, sering mengantuk di siang hari, serta kesulitan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Risiko ini akan berlipat ganda jika individu tersebut juga memiliki faktor pendukung lain seperti tingkat stres yang tinggi, hipertensi (darah tinggi), atau kadar kolesterol yang tidak terkontrol.

Untuk menghindari risiko mematikan ini, para ahli sangat menyarankan masyarakat untuk memprioritaskan tidur selama 7 hingga 8 jam setiap malam. Menciptakan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik lembut, dapat membantu tubuh bersiap untuk istirahat. Selain itu, menjaga kondisi kamar agar tetap sejuk dan gelap, serta rutin berolahraga di siang hari, sangat efektif untuk menjaga jam biologis tubuh tetap stabil. Dengan memperbaiki pola tidur, kita tidak hanya memberikan kesegaran bagi pikiran, tetapi juga memberikan perlindungan vital bagi jantung kita.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version