Connect with us

Lifestyle

Bahaya Screen Time: Dokter Usul Larang Anak Main Medsos

Published

on

Semarang (usmnews) – Era digital membawa tantangan baru yang sangat besar bagi para orang tua, terutama terkait kebiasaan anak menatap layar gawai. Dr. Rangan Chatterjee, seorang dokter umum sekaligus podcaster kesehatan ternama, baru-baru ini menyuarakan peringatan keras. Ia secara tegas menyebut penggunaan layar yang berlebihan pada anak-anak dan remaja sebagai krisis kesehatan masyarakat yang paling mendesak di zaman modern ini.

Ancaman Nyata Kesehatan Mental di Balik Layar Gawai

Kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar tidak sekadar membuat anak kurang bergerak. Dr. Chatterjee mengungkapkan bahwa paparan layar yang terlalu lama secara langsung merusak kesehatan mental, menurunkan kualitas tidur, dan mengikis rasa percaya diri anak.

Berdasarkan pengalamannya saat masih membuka praktik medis, ia bahkan pernah menangani seorang remaja berusia 16 tahun yang melakukan percobaan menyakiti diri sendiri akibat tekanan dari dunia digital. Kasus ini membuktikan bahwa bahaya screen time pada anak jauh lebih nyata dan mengerikan daripada yang kerap orang tua bayangkan.

Mengapa Larangan Media Sosial hingga Usia 18 Tahun Diperlukan?

Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, Dr. Chatterjee mengusulkan sebuah langkah pencegahan yang berani. Ia secara terbuka mendukung wacana pelarangan penggunaan media sosial bagi anak hingga mereka menginjak usia 18 tahun. Lebih jauh lagi, ia mendesak pihak sekolah untuk segera menghentikan pemberian tugas yang mengharuskan siswa terus-menerus menatap layar.

Kekhawatirannya sangat beralasan, mengingat data menunjukkan fakta yang mencengangkan: sebanyak 10 persen anak berusia sembilan tahun dan 27 persen anak berusia 11 tahun ternyata sudah pernah terpapar konten pornografi melalui gawai mereka.

Langkah Praktis dan Perlindungan Tanpa Menyalahkan Orang Tua

Sebagai ayah dari dua remaja, Dr. Chatterjee turut membagikan cara ia menerapkan aturan di rumahnya sendiri. Ia tetap membelikan anak-anaknya ponsel untuk kebutuhan komunikasi dasar. Namun, ia mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan hampir seluruh aplikasi hiburan dan peramban internet. Ia juga memberlakukan aturan kedisiplinan yang mewajibkan seluruh anggota keluarga mematikan layar gawai minimal satu jam sebelum waktu tidur malam.

Meski menerapkan aturan yang ketat, Dr. Chatterjee sama sekali tidak menyalahkan para orang tua yang kerap memberikan gawai kepada anak. Ia sangat memahami tingginya tekanan hidup sehari-hari yang membuat gawai sering kali menjadi jalan pintas paling praktis untuk menenangkan anak. Walaupun begitu, ia menekankan bahwa orang tua dan pembuat kebijakan harus menciptakan perlindungan yang lebih kuat bagi generasi muda.

Kembali Hadir Sepenuhnya Tanpa Distraksi Digital

Menurutnya, gaya hidup digital saat ini memicu berbagai krisis kesehatan modern, mulai dari kecemasan, depresi, obesitas, hingga gangguan tidur yang parah. Perangkat digital tanpa sadar terus melatih otak anak untuk selalu terdistraksi dan memecah fokus mereka.

Oleh karena itu, Dr. Chatterjee mengajak para orang tua untuk kembali memprioritaskan kehadiran secara fisik dan emosional di rumah. Membangun hubungan yang berkualitas dan menghabiskan waktu bersama keluarga secara nyata—tanpa interupsi notifikasi gawai—merupakan kunci utama untuk menyelamatkan kesehatan jangka panjang anak-anak kita.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *