Connect with us

Education

Bahaya Fatal Penyalahgunaan Whip Pink yang Memicu Henti Jantung

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com elakangan ini, jagat media sosial diguncang oleh kabar duka terkait kematian selebgram Lula Lahfah. Peristiwa tragis ini memicu gelombang perhatian publik yang besar terhadap “Whip Pink” sebuah produk kuliner yang namanya kini terseret dalam diskusi serius mengenai penyalahgunaan zat berbahaya. Kematian sang figur publik menjadi alarm keras bagi masyarakat untuk memahami risiko fatal di balik penggunaan gas nitrous oxide (N2O) di luar fungsi aslinya.

‎Apa Sebenarnya Whip Pink? Secara teknis, Whip Pink adalah produk legal yang ditujukan untuk industri kuliner. Produk ini berupa tabung berisi gas nitrous oxide yang berfungsi sebagai propelan (pendorong) untuk mengubah krim cair menjadi whipped cream (krim kocok) yang lembut. Dengan kata lain, Whip Pink sama sekali tidak dirancang untuk dihirup manusia. Namun, ironisnya, produk ini kerap disalahgunakan oleh sebagian orang untuk mengejar sensasi euforia instan atau yang populer disebut nge-fly.

‎Mekanisme Kerja dan Ilusi Euforia Nitrous oxide, atau yang lebih dikenal sebagai gas tawa (laughing gas), adalah gas tidak berwarna dengan aroma sedikit manis. Mengutip penjelasan dari Cleveland Clinic, zat ini sejatinya adalah obat penenang kerja pendek yang digunakan dalam dunia medis, terutama kedokteran gigi untuk prosedur anestesi.

‎Cara kerjanya adalah dengan menekan sistem saraf pusat, menciptakan perasaan tenang, rileks, dan euforia secara cepat. Masalah fatal muncul ketika gas ini dihirup secara rekreasional tanpa prosedur medis. Di rumah sakit, N2O selalu diberikan bersamaan dengan suplai oksigen yang memadai dan dosis terukur. Sebaliknya, penyalahgunaan rekreasi (seperti menghirup langsung dari tabung Whip Pink) berarti memasukkan gas murni ke dalam paru-paru tanpa oksigen, yang memicu kondisi hipoksia (kekurangan oksigen) di otak.

Dampak Kesehatan: Dari Kerusakan Saraf hingga Henti Jantung Dr. Bryan Baskin dari Cleveland Clinic memperingatkan bahwa sensasi pusing dan hilangnya koordinasi tubuh yang dirasakan pengguna hanyalah efek permukaan. Meskipun efek high tersebut hanya bertahan dalam hitungan detik hingga menit, risiko yang mengintai jauh lebih permanen dan mematikan.

‎Kerusakan Neurologis (Saraf): Penggunaan berulang dalam waktu singkat sangat berbahaya karena N2O dapat menginaktivasi vitamin B12 dalam tubuh. Defisiensi B12 ini krusial karena dapat memicu kerusakan selubung saraf. Gejalanya mulai dari kesemutan, kelemahan otot, gangguan keseimbangan, hingga kerusakan saraf permanen yang membuat penderitanya sulit berjalan.

‎Risiko Kardiovaskular (Jantung): Menanggapi kasus yang dikaitkan dengan Lula Lahfah, Dokter Spesialis Jantung dari Siloam Hospital, Vito Damay, memberikan peringatan tegas. Menurutnya, risiko N2O bukan hanya pada zatnya, melainkan cara masuknya ke tubuh yang ekstrem. N2O dapat menekan aktivitas miokardial (otot jantung) dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah secara mendadak. Dr. Vito menegaskan bahwa risiko terburuknya bukanlah serangan jantung biasa, melainkan henti jantung (cardiac arrest) kondisi di mana jantung tiba-tiba berhenti berdetak, yang sering kali berujung pada kematian jika tidak segera ditangani.

‎Jebakan Ketergantungan Psikologis Meskipun nitrous oxide tidak menyebabkan ketergantungan fisik sekuat narkotika golongan berat, sifat efeknya yang “cepat datang, cepat pergi” menciptakan pola penggunaan yang berbahaya. Pengguna sering kali terdorong untuk menghirup gas berulang-ulang dalam satu sesi demi mempertahankan rasa euforia, tanpa sadar bahwa mereka sedang menumpuk racun dan memutus suplai oksigen ke otak dan jantung secara berkala.

‎Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa status “legal” suatu produk di pasaran tidak menjamin keamanannya jika digunakan menyimpang dari instruksi. Whip Pink mungkin aman di tangan koki untuk menghias kue, namun di tangan penyalahguna, ia bisa berubah menjadi pembunuh senyap yang merenggut nyawa.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *