Entertainment

Babak Baru Drama Keluarga: Pengakuan Denada Terhadap Status Ressa Rizky Rosano

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Dunia hiburan tanah air baru-baru ini dikejutkan oleh perkembangan terbaru dari kemelut keluarga penyanyi senior Denada Tambunan. Setelah sempat menjadi teka-teki dan perbincangan hangat di media sosial, teka-teki mengenai status hubungan antara Denada dengan seorang pemuda asal Banyuwangi bernama Al Ressa Rizky Rosano akhirnya menemui titik terang. Melalui kuasa hukumnya, Denada secara resmi memberikan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa Ressa memang merupakan anak kandungnya.

Latar Belakang Konflik dan Gugatan Hukum

Persoalan ini mencuat ke permukaan ketika Ressa Rizky Rosano, pemuda berusia 24 tahun, muncul ke publik dengan pengakuan yang cukup dramatis. Ia mengaku sebagai anak biologis dari pelantun lagu “Sambala-Bala” tersebut namun merasa tidak diakui dan ditelantarkan selama puluhan tahun. Kekecewaan Ressa memuncak hingga ia melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, Ressa menuntut ganti rugi materiil dan immateriil yang nilainya mencapai miliaran rupiah karena merasa hak-haknya sebagai anak tidak terpenuhi secara layak.

Selama proses awal persidangan dan mediasi, Ressa menceritakan kisah hidupnya yang penuh keterbatasan. Ia mengaku sempat harus berhenti kuliah di semester empat karena kendala biaya dan bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam dengan gaji di bawah standar. Bahkan, ia sempat bekerja sebagai sopir pribadi untuk keluarga besar Denada tanpa mengetahui bahwa perempuan yang ia panggil “Mbak” itu adalah ibu kandungnya sendiri.

Klarifikasi Pihak Denada: “Bukan Sekadar Mengakui”

Menanggapi hiruk-pikuk tersebut, pihak Denada melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, akhirnya buka suara pada akhir Januari 2026. Iqbal menegaskan bahwa kliennya sebenarnya tidak pernah berniat untuk tidak mengakui Ressa sebagai anak. Menurutnya, status Ressa sebagai anak kandung sudah menjadi rahasia keluarga yang diketahui secara internal, namun memang ada alasan tertentu mengapa hal tersebut tidak dipublikasikan ke khalayak luas.

Lebih lanjut, pihak Denada membantah keras tudingan penelantaran. Iqbal mengklaim memiliki bukti kuat berupa catatan transfer bank yang menunjukkan bahwa Denada secara rutin mengirimkan uang untuk biaya hidup, fasilitas, hingga pendidikan Ressa sejak kecil. “Mbak Denada bukan hanya sekadar mengakui, tapi juga membiayai dan memfasilitasi. Sekolahnya pun dibiayai,” tegas Iqbal dalam wawancara virtualnya. Terkait pekerjaan Ressa sebagai sopir dengan gaji Rp 2,5 juta, sang pengacara menyebut hal itu sebagai bagian dari pendidikan karakter agar Ressa tidak tumbuh menjadi pribadi yang manja, mengingat standar hidup di Banyuwangi yang dianggap cukup dengan angka tersebut.

Alasan Bungkam Selama Masa Mediasi

Selama beberapa pekan terakhir, publik sempat bertanya-tanya mengapa Denada seolah menghindar dari awak media. Iqbal menjelaskan bahwa ketidakhadiran Denada di ruang publik adalah strategi untuk menjaga ketenangan selama proses mediasi di pengadilan (cooling down). Pihak Denada menyayangkan langkah Ressa yang justru sering tampil di berbagai podcast dan media sosial untuk menyuarakan keluh kesahnya, yang menurut mereka seringkali tidak sesuai dengan fakta lapangan yang ada.

Denada berharap masalah ini bisa diselesaikan secara introspektif di jalur yang tepat tanpa perlu membuat kegaduhan yang lebih besar. Meskipun pengakuan sudah diberikan, proses hukum di PN Banyuwangi tampaknya masih akan terus bergulir untuk menguji kebenaran dari tuduhan penelantaran yang dilayangkan oleh Ressa.

Dampak dan Tanggapan Publik

Berita ini pun langsung memancing beragam reaksi dari netizen. Sebagian merasa simpati kepada Ressa yang tumbuh tanpa kehadiran sosok ibu yang nyata, sementara sebagian lainnya mulai melihat perspektif dari sisi Denada yang mengklaim tetap bertanggung jawab secara finansial meski dari jarak jauh. Kasus ini menjadi pengingat bagi publik mengenai betapa rumitnya dinamika hubungan orang tua dan anak, terutama ketika dibumbui dengan status hukum dan sorotan kamera media. Kini, masyarakat menanti bagaimana kelanjutan hubungan ibu dan anak ini setelah pengakuan resmi telah terucap ke hadapan publik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version