Sports
Babak Baru di Bawah Mistar Gawang Ajax: Kepergian Pasveer Membuka Jalan bagi Maarten Paes
Semarang (usmnews)– Dikutip dari Kompas.com Ajax Amsterdam secara resmi telah mengumumkan perpisahan dengan salah satu penjaga gawang senior mereka, Remko Pasveer. Pengumuman yang dirilis pada hari Kamis, 29 Januari 2026, menandai berakhirnya masa bakti kiper veteran tersebut di Johan Cruyff Arena setelah hampir enam musim menjadi bagian dari skuad de Godenzonen. Melalui saluran media sosial resminya, raksasa Eredivisie tersebut menyampaikan apresiasi mendalam dan salam perpisahan kepada Pasveer, menyebutnya sebagai teladan bagi banyak pemain.
Destinasi selanjutnya bagi kiper berusia 42 tahun ini adalah Heracles Almelo, klub yang telah mengonfirmasi kedatangannya pada awal tahun 2026. Pasveer diikat kontrak jangka pendek hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan satu tahun, sebuah langkah yang diyakini sebagai pelabuhan terakhir dalam karier profesionalnya sebelum gantung sepatu. Statistik Pasveer musim ini mencatatkan tujuh penampilan di semua kompetisi dengan kebobolan 17 gol, sebuah catatan yang mungkin mendorong Ajax untuk melakukan regenerasi di sektor penjaga gawang.
Kepergian Pasveer ini menciptakan efek domino yang sangat signifikan bagi masa depan penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes. Media-media di Belanda secara serentak memberitakan bahwa jalan bagi Paes untuk menjadi kiper utama Ajax kini terbuka sangat lebar. Paes, yang direkrut dari klub MLS FC Dallas pada bursa transfer musim dingin 2026, dilaporkan akan segera menandatangani kontrak berdurasi 3,5 tahun yang akan mengikatnya hingga tahun 2029. Nilai transfer untuk membawa pulang mantan kiper FC Utrecht ini ke Belanda disebut mencapai angka 1 juta euro, atau setara dengan sekitar Rp 20 miliar.
Situasi skuad Ajax saat ini memang sangat menguntungkan bagi Paes. Dengan hengkangnya Pasveer, stok penjaga gawang Ajax menipis dan hanya menyisakan Vitezslav Jaros serta Joeri Heerkens. Posisi Jaros sendiri belum sepenuhnya aman karena statusnya sebagai pemain pinjaman dari Liverpool, yang sewaktu-waktu bisa ditarik kembali oleh klub induknya jika mereka enggan melepasnya secara permanen. Kekosongan dan ketidakpastian ini menempatkan Maarten Paes sebagai kandidat terkuat untuk mengisi pos kiper nomor satu, tidak hanya untuk musim depan, tetapi berpotensi juga untuk merebut posisi tersebut dari Jaros di sisa musim ini.
Pengalaman dan kemampuan Paes di bawah mistar gawang dinilai menjadi modal utama untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Belanda. Meskipun demikian, laporan menyebutkan bahwa Ajax tidak memberikan garansi “starter” mutlak di setiap pertandingan, sebuah tantangan wajar di klub sebesar Ajax. Namun, dengan kompetisi yang berkurang seiring kepergian Pasveer, peluang Paes untuk membuktikan kualitasnya dan mengamankan tempat utama kini lebih nyata dari sebelumnya. Transfer ini tidak hanya menjadi lompatan besar bagi karier Paes, tetapi juga menjadi momen bersejarah yang dinanti publik sepak bola Indonesia melihat pemainnya berkiprah di salah satu klub paling legendaris di Eropa.