Connect with us

International

AS Pertimbangkan Jalur Aman bagi Maduro jika Upaya Penggulingan Berhasil

Published

on

Washington (usmnews) – Laporan terbaru dari Politico mengungkapkan bahwa Gedung Putih tengah mempertimbangkan sejumlah kemungkinan terkait masa depan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, apabila upaya untuk menggulingkannya mencapai keberhasilan. Menurut sumber internal yang dikutip media tersebut, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah memberikan “jalur aman”—sebuah perlindungan yang memungkinkan Maduro beserta lingkaran dekatnya meninggalkan Venezuela menuju negara ketiga tanpa hambatan.

Para penasihat Presiden Donald Trump dikabarkan sedang memetakan langkah-langkah potensial yang dapat diambil Amerika Serikat dalam skenario di mana Maduro kehilangan kekuasaan. Opsi pemberian jalur aman itu disebut sebagai salah satu alternatif yang muncul dalam diskusi internal tersebut, meskipun belum ada keputusan final. Berdasarkan informasi yang diungkapkan Politico, beberapa pejabat Gedung Putih percaya bahwa Turki bisa menjadi tujuan yang mungkin bagi Maduro. Jika bukan Turki, ia diperkirakan akan mempertimbangkan Rusia, Azerbaijan, atau bahkan Kuba sebagai tempat pelarian.

Selain opsi pengungsian aman, publikasi tersebut juga mengemukakan bahwa pemerintah AS tidak menutup kemungkinan untuk menahan Maduro dan membawanya ke pengadilan di Amerika Serikat. Pernyataan ini bersumber dari seorang pejabat AS yang mengetahui pembahasan tersebut, meski tidak dijelaskan lebih jauh mengenai mekanisme hukum atau skenario penangkapannya.

Walaupun pemerintahan Trump masih menjaga komunikasi dengan pihak oposisi Venezuela, laporan itu menegaskan bahwa oposisi belum dilibatkan secara mendalam dalam diskusi tentang bagaimana masa depan politik negara itu akan dibentuk setelah Maduro. Keterbatasan komunikasi ini mencerminkan kehatihatian Washington dalam mengelola strategi politik dan militernya di kawasan tersebut.

Sebelumnya, pada akhir September, jaringan televisi NBC mengabarkan bahwa militer Amerika Serikat tengah meninjau kemungkinan operasi militer yang menargetkan jaringan penyelundupan narkoba di Venezuela. Langkah tersebut dianggap sebagai bagian dari strategi tekanan AS terhadap pemerintahan Maduro. Lalu pada November, Presiden Trump menyatakan secara terbuka bahwa masa kekuasaan Maduro “hanya tinggal menunggu waktu,” meskipun ia menekankan bahwa AS tidak berniat melancarkan perang terbuka dengan Caracas.

Reaksi keras juga datang dari kawasan. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, pada 21 Oktober mengkritik rencana-rencana AS tersebut. Petro menuduh Trump berusaha menjustifikasi intervensi dengan mengatasnamakan perang melawan narkoba, padahal menurutnya motif utama AS adalah menguasai sumber daya minyak Venezuela. Ia juga menyoroti insiden serangan terhadap kapal yang menyebabkan tewasnya 27 warga Amerika Latin, dan menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *