Connect with us

International

AS Larang Presiden Palestina Hadiri Sidang Umum PBB

Published

on

Washington DC (usmnews) – Amerika Serikat mencabut visa Mahmoud Abbas dan 80 pejabat Palestina, melarang mereka hadir di Sidang Umum PBB bulan depan di New York. Keputusan ini muncul menjelang Sidang Umum PBB yang akan digelar pada September mendatang. AS menuding pihak Palestina telah “merusak prospek perdamaian”, sehingga mereka memutuskan untuk menolak seluruh pengajuan visa dari pejabat terkait.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, yang menolak disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diumumkan pada Jumat (29/8) waktu setempat. Ia menegaskan Presiden Abbas tak bisa menghadiri sidang tahunan tingkat tinggi di markas besar PBB, New York.

Padahal, Abbas sebelumnya telah merencanakan kehadirannya dalam forum tersebut. Ia dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak Prancis-Arab Saudi, bersama negara yang siap mengakui Palestina, seperti Inggris, Kanada, dan Australia.

Menanggapi keputusan itu, kantor Presiden Abbas menyatakan kekecewaannya. Mereka menegaskan bahwa penolakan visa tersebut melanggar “perjanjian markas besar” PBB yang ditetapkan pada 1947. Dalam perjanjian tersebut, AS sebagai tuan rumah diwajibkan mengizinkan diplomat asing untuk mengakses markas besar PBB.

Namun, Washington mengaku berhak menolak visa karena alasan keamanan, ekstremisme, atau kebijakan luar negeri. Langkah ini menambah ketegangan dalam hubungan antara AS dan Palestina, terutama di tengah meningkatnya dukungan internasional terhadap pengakuan negara Palestina. AS tetap menolak pengakuan sepihak Palestina dan menekankan pentingnya perundingan langsung antara Israel dan Palestina untuk perdamaian.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *