Connect with us

Lifestyle

Ancaman di Balik Segarnya Tampilan Buah dan Sayur

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNBCIndonesia Studi tersebut mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan bagi banyak orang: mencuci atau mengupas buah dan sayuran ternyata tidak selalu cukup untuk menghilangkan jejak bahan kimia berbahaya. Pestisida sering kali meresap ke dalam jaringan tanaman atau menempel sangat kuat pada kulit buah yang tipis. Dalam daftar terbaru tahun 2026, komoditas seperti stroberi, bayam, dan kale (sawi keriting) secara konsisten menempati urutan teratas sebagai produk dengan residu paling pekat.

Selain ketiga bahan tersebut, daftar ini juga mencakup buah-buahan populer seperti anggur, apel, nektarin, pir, dan ceri. Sementara untuk kategori sayuran, cabai serta paprika juga ditemukan mengandung jenis pestisida yang cukup beragam, bahkan beberapa di antaranya telah dilarang untuk penggunaan tertentu namun sisa-sisanya masih terdeteksi di pasar.

Mengapa Hal Ini Perlu Diwaspadai?

Pestisida dirancang untuk membunuh hama, namun paparan kronis terhadap manusia—meskipun dalam dosis kecil—dapat memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang. Para ahli kesehatan yang dikutip dalam artikel tersebut menjelaskan bahwa akumulasi residu bahan kimia ini dapat mengganggu sistem endokrin (hormon), berdampak negatif pada perkembangan otak anak-anak, hingga meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

Data studi menunjukkan bahwa lebih dari 90% sampel dari buah dan sayur dalam daftar “Dirty Dozen” mengandung dua atau lebih jenis pestisida. Fenomena “koktail pestisida” atau campuran berbagai bahan kimia dalam satu jenis buah inilah yang paling dikhawatirkan oleh para peneliti, karena efek gabungannya terhadap tubuh manusia belum sepenuhnya dipahami.

Langkah Preventif bagi Konsumen

Meskipun laporan ini terdengar mengkhawatirkan, pesan utama yang ingin disampaikan bukanlah untuk berhenti mengonsumsi buah dan sayur. Sebaliknya, konsumen didorong untuk lebih cerdas dalam berbelanja. Beberapa solusi yang disarankan meliputi:

1. Beralih ke Produk Organik: Untuk 12 jenis buah dan sayur yang ada dalam daftar tersebut, sangat disarankan untuk membeli versi organiknya guna meminimalkan paparan bahan kimia.

2. Mengenal “Clean Fifteen”: Selain daftar yang kotor, studi ini juga merilis daftar 15 buah dan sayur yang paling aman atau memiliki residu terendah, seperti alpukat, jagung manis, nanas, dan bawang bombay. Konsumen bisa memprioritaskan bahan-bahan ini jika anggaran untuk produk organik terbatas.

3. Teknik Pencucian yang Benar: Meskipun tidak menghilangkan 100% pestisida, mencuci dengan air mengalir atau merendamnya dalam larutan air dengan soda kue terbukti lebih efektif dibandingkan hanya dibilas biasa.

4. Dukungan terhadap Petani Lokal: Produk dari petani lokal yang menggunakan metode alami atau nontoksik sering kali menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan produk impor yang harus menempuh perjalanan jauh dan sering kali dilapisi zat pengawet tambahan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *