Tech

Ancaman di Balik Panggilan Tak Dikenal

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNBC Indonesia. Di era digital saat ini, ponsel bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan gerbang menuju data finansial dan identitas pribadi kita. Google mengidentifikasi bahwa para pelaku kejahatan siber sering kali menyamar sebagai otoritas resmi, seperti pihak bank, penyedia layanan internet, atau bahkan perwakilan dari Google sendiri.

Strategi yang digunakan biasanya melibatkan manipulasi psikologis atau social engineering. Penipu menciptakan rasa urgensi atau ketakutan—misalnya dengan mengklaim bahwa akun pengguna telah diretas atau ada transaksi mencurigakan—sehingga korban merasa tertekan untuk segera memberikan informasi sensitif seperti kode OTP (One-Time Password), kata sandi, atau data kartu kredit.

Ciri-Ciri Nomor yang Patut Diwaspadai

Berdasarkan peringatan yang dirangkum, pengguna diminta untuk tidak mengangkat telepon dari:

  1. Nomor dengan Kode Negara Asing yang Tidak Dikenal: Panggilan yang dimulai dengan kode internasional dari negara yang tidak memiliki kaitan dengan relasi pribadi atau bisnis Anda sering kali merupakan indikasi awal penipuan Wangiri (panggilan singkat yang memancing telepon balik dengan tarif premium).
  2. Nomor yang Mengatasnamakan Instansi Pemerintah atau Bank: Lembaga resmi jarang sekali meminta data sensitif melalui sambungan telepon yang tidak diminta (unsolicited calls).
  3. Nomor dengan Pola Angka yang Tidak Lazim: Sering kali berupa nomor yang sangat pendek atau terlalu panjang, yang dihasilkan melalui sistem otomatis (robocall).

Langkah Proteksi dari Google

Google tidak hanya memberikan peringatan, tetapi juga menyediakan berbagai fitur keamanan terintegrasi pada sistem operasi Android untuk memitigasi risiko ini:

  • Fitur “Verified Calls”: Google berupaya memvalidasi identitas bisnis yang menelepon pengguna. Jika sebuah perusahaan sudah terverifikasi, logo dan alasan mereka menelepon akan muncul di layar, memberikan rasa aman tambahan.
  • Spam Detection & Blocking: Pengguna disarankan untuk mengaktifkan fitur penyaringan spam otomatis. Sistem cerdas Google mampu menandai panggilan yang masuk sebagai “Suspected Spam Caller” berdasarkan laporan dari jutaan pengguna lainnya.
  • Peringatan “Call Screen”: Melalui asisten Google, pengguna bisa membiarkan AI menjawab panggilan dari nomor asing untuk menanyakan tujuan mereka sebelum pengguna memutuskan untuk mengangkatnya.

Edukasi sebagai Pertahanan Utama

Teknologi secanggih apa pun tidak akan efektif jika penggunanya tidak memiliki kesadaran akan keamanan siber. Google menekankan pentingnya prinsip “Pause, Think, and Check” (Berhenti sejenak, Berpikir, dan Periksa). Jangan pernah terburu-buru mengambil keputusan saat ditekan oleh penelepon. Jika seseorang mengaku dari pihak bank, tutup telepon tersebut dan hubungi nomor resmi bank yang tertera di balik kartu ATM atau situs web resmi mereka.

Ingatlah bahwa data pribadi adalah aset berharga. Sekali data tersebut bocor ke tangan yang salah, dampaknya bisa bersifat permanen dan merugikan secara finansial dalam jumlah besar. Peringatan dari Google ini merupakan pengingat bahwa di balik kemudahan teknologi, terdapat risiko yang menuntut kita untuk selalu skeptis terhadap interaksi digital yang tidak terduga.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version