Education

Anak Perempuan Rentan ISK Daripada Laki-laki, Ini Penyebabnya

Published

on

Semarang (usmnews) – Dilansir dari Kumparan.com Masalah penyakit infeksi saluran kemih sering mengintai kesehatan tubuh anak usia balita. Faktanya, banyak orang tua mengira penyakit berbahaya ini selalu menyerang para balita berjenis kelamin laki-laki. Padahal, rekam medis membuktikan kenyataan anak perempuan rentan ISK dibandingkan lawan jenisnya secara sangat signifikan. Mengutip jurnal kesehatan Mayo Clinic, masalah struktur anatomi tubuh memicu tingginya risiko penyakit mematikan ini. Selain itu, kebiasaan buruk sehari-hari turut memperparah ancaman serangan bakteri jahat menuju organ intim mereka.

Secara anatomi, saluran uretra para balita wanita memiliki ukuran jauh lebih pendek daripada balita pria. Akibatnya, bakteri jahat dari lingkungan luar sangat mudah berenang mencapai bagian dalam organ kandung kemih. Lebih lanjut, posisi uretra wanita memiliki jarak sangat berdekatan dengan area saluran pembuangan anus mereka. Sebab, kedekatan jarak ini mempermudah kuman berbahaya berpindah tempat saat proses pembersihan area genital berlangsung. Sayangnya, banyak balita belum memahami tata cara membersihkan area kemaluan secara mandiri dan paling benar.

Misalnya, kebiasaan mengelap dari arah belakang menuju depan justru memindahkan kuman anus menuju saluran kencing. Bahkan, kebiasaan menahan buang air kecil terlalu lama saat masa pelatihan toilet memperburuk keadaan ini. Tentu saja, rutinitas buruk tersebut memberi ruang kuman berkembang biak secara masif pada kandung kemih. Sebagai antisipasi, para ibu wajib mencermati tanda kemunculan anak perempuan rentan ISK setiap waktu. Contohnya, sang buah hati mengalami demam tinggi tanpa menunjukkan tanda penyakit influenza sama sekali.

Tak hanya itu, mereka sering menangis menahan rasa nyeri saat proses buang air kecil berlangsung. Seringkali, frekuensi buang air kecil meningkat drastis walau volume cairan kencing hanya keluar sedikit. Kemudian, bau cairan urine menyengat sangat tajam serta memiliki warna keruh tidak seperti biasanya. Khususnya, bayi sering menangis menolak minum susu saat menahan rasa sakit bagian perut bawah. Oleh karena itu, para ibu wajib mengajarkan metode membersihkan area kemaluan secara baik dan benar.

[Baca Juga: Fakta Ular Tali Hijau Pemilik Penglihatan Super Tajam]

Utamanya, ibu harus memastikan anak rutin minum air putih demi melancarkan sirkulasi cairan urine harian. Selanjutnya, mereka wajib mengganti pakaian dalam berbahan katun saat anak mengeluarkan banyak keringat harian. Kesimpulannya, penanganan medis secepat mungkin sukses memutus rantai ancaman anak perempuan rentan ISK tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version