Business
Amran Jamin Proyek Peternakan Ayam MBG Tak Ganggu Peternak Eksisting
Jakarta, (USMNEWS),- Dikutip dari CNN Indonesia,Pengembangan Peternakan MBG oleh Pemerintah: Skema Rp20 Triliun untuk Stabilitas Harga Tanpa Ganggu Peternak EksistingMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa rencana pengembangan peternakan ayam untuk menyokong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengganggu usaha peternak yang sudah berjalan (eksisting).
Pemerintah, melalui Badan Pengelola Investasi (BPI Danantara), telah menyiapkan investasi besar senilai Rp20 triliun untuk membangun fasilitas peternakan ayam pedaging dan petelur di berbagai wilayah sebagai bagian dari penguatan pasokan pangan MBG.Amran menjelaskan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI bahwa model pembiayaan ini dirancang untuk menopang peternak kecil, bukan untuk menyaingi mereka.
Investasi Rp20 triliun tersebut akan fokus pada pembibitan pakan, obat hewan, dan Day Old Chick (DOC). Pemerintah, melalui BUMN pangan, akan menyediakan suplai pakan, obat-obatan, dan DOC ini kepada peternak dengan harga yang dikendalikan oleh negara. Strategi ini diharapkan dapat mengatasi masalah yang selama ini merugikan peternak kecil, seperti kenaikan harga DOC hingga 30% saat permintaan melonjak.BUMN pangan, menurut Amran, hanya akan terlibat di sektor hulu (pembibitan, pakan, obat hewan), pengolahan hasil, dan logistik.
Sementara kegiatan budidaya ayam sepenuhnya tetap menjadi tanggung jawab peternak, koperasi, dan UMKM, yang didukung melalui pembiayaan bank, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 3%.”Intinya jangan kita ganggu pengusaha yang sudah tumbuh. Tetapi jangan semena-mena. Jadi kami pasang di sampingnya untuk menstabilkan harga di tempat itu,” tegas Amran. Dengan penempatan fasilitas pakan dan gudang yang strategis, terutama di Pulau Jawa, pemerintah menargetkan dapat menyerap produksi lebih besar dan menjaga harga tetap stabil di pasar.
Program ini ditopang oleh Danantara yang membiayai BUMN hulu, sementara bank penyalur KUR menyiapkan kredit hingga Rp50 triliun untuk pelaku budidaya. Kementan juga mendukung melalui regulasi, pengembangan SDM, dan riset. Program ini ditargetkan menghasilkan 1 juta ton telur dan 1,5 juta ton daging ayam per tahun, serta menciptakan lebih dari 1,46 juta lapangan kerja.Tahap awal pengembangan klaster akan dilakukan di 13 provinsi, termasuk Aceh, Riau, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur, melibatkan PTPN III (Holding) dan PT Berdikari dalam kegiatan hulu.