Tech

Ambisi Microsoft: Memutus Dominasi Chrome di Windows

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari tekno.kompas.com Persaingan di industri peramban web (browser) memasuki babak baru yang lebih agresif. Berdasarkan laporan terbaru, Microsoft kembali meluncurkan berbagai strategi atau “jurus” baru guna memastikan pengguna sistem operasi Windows beralih dari Google Chrome ke peramban milik mereka sendiri, yakni Microsoft Edge. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya jangka panjang raksasa teknologi asal Redmond tersebut untuk merebut pangsa pasar yang selama bertahun-tahun didominasi oleh Google.

Taktik Intervensi Langsung dalam Sistem Operasi

Salah satu poin utama yang disoroti adalah bagaimana Microsoft memanfaatkan posisi uniknya sebagai pemilik platform Windows. Alih-alih hanya mengandalkan fitur unggulan, Microsoft melakukan intervensi yang cukup berani pada pengalaman pengguna. Ketika seorang pengguna mencoba mengunduh Google Chrome melalui peramban Edge, sistem sering kali memunculkan banner peringatan atau pop-up yang mengklaim bahwa Edge adalah peramban yang lebih aman, lebih cepat, dan lebih hemat baterai karena dibangun di atas teknologi yang sama dengan Chrome (Chromium) namun dioptimalkan khusus untuk Windows.

Selain itu, Microsoft juga dikabarkan memperumit proses pergantian peramban standar (default browser). Meskipun Windows memungkinkan pengguna untuk memilih aplikasi pihak ketiga, langkah-langkah yang harus dilalui melalui menu pengaturan sering kali terasa repetitif dan penuh dengan “pengingat” agar pengguna tetap menggunakan Edge.

Senjata Utama: Integrasi Kecerdasan Buatan (AI)

Di tahun 2026 ini, senjata rahasia Microsoft bukan lagi sekadar kecepatan, melainkan integrasi Copilot yang semakin mendalam. Microsoft memposisikan Edge bukan hanya sebagai jendela untuk menjelajahi internet, melainkan sebagai asisten produktivitas berbasis AI. Dengan menyematkan fitur-fitur seperti ringkasan halaman web otomatis, pembuatan draf email secara instan, hingga pengolahan data langsung di sidebar peramban, Microsoft berusaha memberikan nilai tambah yang saat ini sulit ditandingi oleh Chrome secara sistematis di dalam Windows.

Taktik ini bertujuan untuk menciptakan ketergantungan ekosistem. Jika pengguna sudah terbiasa dengan kemudahan fitur AI di tingkat sistem operasi, maka menggunakan Chrome akan terasa seperti menggunakan alat yang terisolasi dari fitur cerdas Windows lainnya.

Dampak bagi Pengguna dan Reaksi Pasar

Meskipun strategi ini tergolong efektif untuk meningkatkan angka penggunaan Edge, langkah Microsoft ini tidak lepas dari kritik. Banyak pengguna merasa bahwa taktik “pemaksaan” ini mengganggu kenyamanan (user experience). Munculnya iklan di menu Start atau pemberitahuan yang terus-menerus saat membuka Chrome dianggap sebagai bentuk intrusi yang berlebihan.

Di sisi lain, para ahli industri melihat ini sebagai langkah defensif Microsoft untuk melindungi data dan keterlibatan pengguna. Dengan mengontrol peramban, Microsoft dapat lebih mudah mengarahkan pengguna ke layanan pencarian Bing dan layanan berlangganan lainnya, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan dari sektor iklan dan layanan awan (cloud)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version