Connect with us

Sports

Ambisi Besar Marco Bezzecchi: Menatap Gelar Juara Dunia MotoGP 2026 bersama Aprilia Racing

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Detiksport, Memasuki musim balap 2026, sorotan tajam tertuju pada Marco Bezzecchi. Pembalap asal Italia yang kini membela tim pabrikan Aprilia Racing ini secara terbuka mulai menyuarakan ambisinya untuk bersaing memperebutkan takhta tertinggi di kelas utama.

Setelah melewati masa adaptasi yang krusial pada musim sebelumnya, Bezzecchi merasa bahwa saat ini adalah momentum yang tepat baginya untuk tidak sekadar menjadi pelengkap di barisan depan, melainkan menjadi penantang serius gelar juara dunia.

​Transformasi dari Satelit ke Pabrikan

​Perjalanan Bezzecchi menuju titik ini bukanlah hal yang instan. Setelah bersinar bersama tim VR46 milik Valentino Rossi, kepindahannya ke Aprilia menandai babak baru dalam kariernya sebagai pembalap pabrikan penuh. Bezzecchi menekankan bahwa perbedaan antara mengendarai motor satelit dan motor pabrikan seperti Aprilia RS-GP terletak pada besarnya tanggung jawab dalam pengembangan teknis.

​Pada musim 2026 ini, ia merasa lebih menyatu dengan karakter motornya. “Bez” (panggilan akrabnya) menyatakan bahwa kemampuannya untuk memahami limitasi dan keunggulan motor Aprilia telah meningkat pesat, yang memberikan rasa percaya diri ekstra saat harus bertarung di tikungan-tikungan sulit yang menjadi ciri khas sirkuit MotoGP.

​Menghadapi Dominasi Rival

​Berbicara mengenai peluang juara, Bezzecchi menyadari bahwa jalan menuju puncak tidaklah mudah. Ia harus berhadapan dengan nama-nama besar seperti Francesco Bagnaia, Jorge Martin, hingga Marc Marquez. Namun, alih-alih merasa terintimidasi, Bezzecchi justru melihat persaingan ini sebagai motivasi. Menurutnya, konsistensi adalah kunci utama. Di musim 2026 yang kompetitif ini, memenangkan balapan saja tidak cukup; seorang calon juara harus mampu tetap mendulang poin di setiap seri, bahkan saat kondisi motor sedang tidak maksimal.

​Kesiapan Mental dan Teknis

​Selain faktor teknis pada motor RS-GP yang terus berevolusi, Bezzecchi juga menyoroti pentingnya kematangan mental. Menjadi pembalap pabrikan membawa tekanan ekspektasi yang jauh lebih besar dari penggemar dan pihak sponsor. Namun, Bezzecchi mengaku telah belajar banyak dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Ia kini lebih tenang dalam mengambil keputusan saat fights di lap-lap terakhir, sebuah kualitas yang sangat dibutuhkan untuk menjaga asa dalam perburuan gelar juara dunia yang panjang.

Dengan kombinasi antara motor yang semakin kompetitif dan kematangan personal, Marco Bezzecchi kini berdiri sebagai salah satu favorit kuat di grid 2026. Keberaniannya untuk berbicara secara terbuka mengenai target juara menunjukkan bahwa ia sudah siap secara psikologis untuk memikul beban sebagai ujung tombak Aprilia dalam mematahkan dominasi pabrikan lain.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *