Sports
Ambisi Asia Persib Bandung: Menakar Kekuatan Maung Jelang Duel Kontra Ratchaburi FC

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Kompas.com, Persib Bandung tengah bersiap untuk mengukir sejarah baru di panggung sepak bola Benua Kuning. Menjelang babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025-2026, klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini mendapat sorotan tajam karena performa dan komposisi skuadnya yang dinilai telah mencapai standar level kompetisi Asia. Kehadiran Persib di fase gugur ini bukan sekadar pelengkap, melainkan sebuah misi besar untuk membuktikan bahwa kualitas sepak bola Indonesia mampu bersaing dengan klub-klub mapan dari liga-liga terbaik di Asia.
Kesiapan Skuad yang Mumpuni dan “Wajah Baru” dari Eropa
Keyakinan bahwa Persib sudah berada di level Asia bukan tanpa alasan. Langkah manajemen “Maung Bandung” dalam bursa transfer Januari 2026 menjadi bukti nyata keseriusan mereka. Gebrakan paling fenomenal adalah perekrutan Layvin Kurzawa, mantan bek sayap bintang Paris Saint-Germain (PSG), serta striker tajam asal Spanyol, Sergio Castel. Penambahan pemain-pemain kelas dunia ini secara signifikan meningkatkan kedalaman skuad dan memberikan dimensi baru dalam permainan tim asuhan Bojan Hodak. Kurzawa membawa pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Eropa, yang diharapkan menjadi modal mental bagi para pemain lokal lainnya saat menghadapi tekanan di pertandingan tandang.
Analisis Taktis Bojan Hodak dan Tantangan Ratchaburi

Bojan Hodak, sang juru taktik asal Kroasia, memboyong 22 pemain terbaiknya ke Thailand untuk melakoni leg pertama babak 16 besar yang digelar di Stadion Ratchaburi pada Rabu, 11 Februari 2026. Persib memiliki sedikit keuntungan psikologis karena kedua tim sempat bertemu dalam laga pramusim. Hodak mencatat bahwa Ratchaburi FC, yang ditangani oleh Worrawoot Srimaka, memiliki karakteristik khas tim Thailand dengan penguasaan bola yang dominan dan transisi yang cepat.
Pemain-pemain kunci Ratchaburi seperti Jakkaphan Kaewprom dan penyerang Denilson Junior menjadi ancaman yang diwaspadai. Namun, Hodak juga telah mengidentifikasi beberapa titik lemah di lini belakang lawan yang akan coba dieksploitasi melalui skema serangan balik cepat yang menjadi ciri khas Persib.
Dukungan Penuh dan Harapan Publik

Kualitas Persib di kancah Asia juga diakui oleh para legenda klub, salah satunya Atep. Menurutnya, Persib saat ini memiliki keseimbangan tim yang jauh lebih baik dibandingkan partisipasi mereka di tahun-tahun sebelumnya.
Meskipun ada kendala kecil terkait kondisi kebugaran pemain seperti Julio Cesar yang mengalami masalah hamstring, semangat tim tetap tinggi. Bahkan, manajemen Persib sempat melakukan koordinasi dengan pihak penyelenggara liga domestik (Liga 1) untuk penyesuaian jadwal agar tim bisa fokus sepenuhnya pada kampanye mereka di ACL 2. Hal ini menunjukkan bahwa kesuksesan di Asia kini menjadi prioritas utama demi mengharumkan nama Indonesia di level internasional.
Pertandingan melawan Ratchaburi FC bukan sekadar perebutan tiket perempat final, melainkan panggung pembuktian bagi Persib bahwa label “Level Asia” yang disematkan kepada mereka memang pantas diraih lewat performa di lapangan hijau. Seluruh pecinta sepak bola tanah air kini menaruh harapan besar pada pundak para penggawa Maung Bandung untuk terus melangkah jauh dan memberikan kebanggaan bagi Indonesia.







