Sports
Aksi Memukau Zaki Ubaidillah Bikin Lawan Jatuh Bangun di Istora Senayan

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Gemuruh Istora Gelora Bung Karno kembali menjadi saksi lahirnya bintang baru bulu tangkis Tanah Air. Pada babak 32 besar turnamen bergengsi Indonesia Masters 2026 yang digelar Rabu (21/1), pebulutangkis tunggal putra masa depan Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, atau yang akrab disapa Ubed, berhasil mencuri perhatian publik.
Atlet muda berusia 18 tahun ini tampil trengginas saat menghadapi wakil India, Kiran George. Meski melawan pemain yang lebih senior dengan peringkat dunia di urutan ke-38, Ubed menunjukkan mentalitas baja dan berhasil mengunci kemenangan lewat pertarungan dua gim langsung (straight game) dengan skor 21-17 dan 21-14.

Gim Pertama: Kebangkitan dari Keterpurukan
Pertandingan gim pertama tidak dimulai dengan mulus bagi Ubed. Ia terlihat “telat panas” dan sempat kesulitan membaca pola permainan lawan. Setelah mencuri poin pembuka, performa Ubed justru menurun hingga tertinggal cukup jauh di angka 2-6. Tekanan dari Kiran George terus berlanjut hingga papan skor menunjukkan angka 4-10 untuk keunggulan wakil India tersebut.
Namun, di sinilah kematangan mental Ubed diuji. Alih-alih panik karena tertinggal enam poin, penghuni Pelatnas Cipayung ini mulai menata ulang strateginya. Ia bermain lebih sabar, memperkuat pertahanan, dan melancarkan serangan balik yang efektif. Perlahan tapi pasti, ia meraih lima poin beruntun untuk menipiskan jarak, meski harus tertinggal tipis 9-11 saat interval.
Momen kunci terjadi selepas jeda interval. Ubed terus memberikan tekanan yang membuat George kewalahan. Puncaknya terjadi saat skor imbang 15-15. Ubed melepaskan sebuah smash tajam dan akurat yang memaksa George menjatuhkan diri—bahkan hingga tersungkur seolah “mengepel lantai”—demi mengembalikan kok, namun gagal. Poin krusial ini membangkitkan kepercayaan diri Ubed. Dengan variasi serangan drop shot halus, drive silang yang cepat, dan permainan netting tipis, Ubed sukses menutup gim pertama dengan kemenangan 21-17.

Gim Kedua: Dominasi Penuh Kecepatan
Memasuki gim kedua, Ubed tidak mengulangi kesalahan start lambatnya. Ia langsung tancap gas dan tampil “nyetel” sejak awal. Meski sempat terjadi kejar-mengejar angka hingga skor 4-4, Ubed mulai menunjukkan kelasnya melalui kecepatan kaki dan pukulan yang variatif.
Kombinasi serangan Ubed sering kali membuat pertahanan George terbuka lebar. Sementara itu, beberapa kesalahan sendiri (unforced errors) dari Ubed sempat memberi poin cuma-cuma bagi lawan, namun hal itu tidak menggoyahkan dominasinya. Ubed berhasil unggul nyaman 11-6 saat interval gim kedua.
Selepas rehat, Kiran George mencoba bangkit dengan meraih dua poin cepat. Namun, momentum itu segera dipatahkan oleh Ubed lewat smash keras yang mengubah skor menjadi 12-8. Di pertengahan gim, George yang frustrasi mencoba melakukan challenge, namun gagal, sehingga ia kehilangan kesempatan review untuk sisa gim tersebut.
Keunggulan lima poin (16-11) membuat Ubed bermain semakin lepas di poin-poin kritis. Meskipun George berusaha memberikan perlawanan lewat smash sisi lapangan, konsistensi Ubed tak terbendung. Pertandingan akhirnya ditutup dengan skor 21-14, memastikan langkah Ubed melaju ke babak 16 besar dan menjaga asa tuan rumah di sektor tunggal putra.







