Nasional

Akhir Cerita Libur Nataru 2026, Kepadatan Stasiun Semarang Tawang dan Alasan Logis Pemudik Pilih Kereta

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari jateng.tribunnews.com Minggu siang, 4 Januari 2026, menjadi saksi bisu berakhirnya masa libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Stasiun Semarang Tawang, salah satu gerbang utama transportasi di Jawa Tengah, dipenuhi oleh ribuan penumpang yang bersiap kembali ke perantauan. Suasana peron dan ruang tunggu sesak oleh lautan manusia; suara roda koper yang beradu dengan lantai, tumpukan ransel, hingga kantong-kantong berisi oleh-oleh khas daerah menjadi pemandangan dominan yang menandai babak pamungkas dari musim liburan kali ini.

​Potret Pemudik: Kenyamanan di Atas Segalanya

​Di tengah keramaian tersebut, terselip cerita dari Raharjo, seorang perantau asal Jakarta. Bersama istri dan kedua anaknya, ia duduk menanti Kereta Argo Merbabu yang akan membawanya kembali ke ibu kota. Raharjo sengaja mengambil cuti tambahan untuk menyesuaikan dengan jadwal masuk sekolah anak-anaknya, sekaligus memaksimalkan waktu temu kangen dengan keluarga besar di Semarang Barat selama empat hari.

​Bagi Raharjo dan ribuan pemudik lainnya, kereta api kini bukan sekadar moda transportasi, melainkan pilihan strategis yang “masuk akal”.

  • Anti-Drama: Raharjo menyebutkan alasan yang sangat mewakili perasaan warga +62: praktis dan bebas macet. Dibandingkan kelelahan mengemudi mobil pribadi, kereta api menawarkan kepastian waktu.
  • Kemudahan Teknologi: Tiket seharga Rp450 ribu per orang didapatkannya dengan mudah melalui aplikasi KAI Access tanpa perlu antre fisik. Fitur pembatalan yang instan juga menjadi nilai tambah.

​Pemandangan di lapangan mengonfirmasi preferensi ini. Peron dipadati oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pekerja kantoran, keluarga muda, hingga mahasiswa. Mereka yang tidak kebagian kursi tunggu rela duduk di lantai sambil memantau gawai, sementara anak-anak yang kelelahan tampak tertidur di pundak orang tua mereka yang sibuk memastikan tiket digital tersimpan aman.

​Data Statistik: Lonjakan Volume Penumpang Daop 4

​Kepadatan visual di stasiun selaras dengan data yang dicatat oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, melaporkan lonjakan signifikan pada hari terakhir liburan tersebut.

  • Total Volume: Tercatat sebanyak 56.262 penumpang memadati seluruh stasiun di wilayah Daop 4 pada hari Minggu tersebut.
  • Pergerakan: Dari angka tersebut, 29.415 orang merupakan penumpang yang berangkat meninggalkan wilayah Daop 4, sedangkan 26.847 lainnya adalah penumpang yang baru tiba.

​Stasiun Semarang Tawang menjadi titik tersibuk dengan total pergerakan mencapai 16.802 orang (8.704 berangkat dan 8.098 datang). Posisi kedua ditempati oleh Stasiun Semarang Poncol dengan 5.604 penumpang berangkat dan 7.338 penumpang datang. Selain dua stasiun besar di Semarang, kepadatan arus balik juga terasa di stasiun-stasiun penyangga lainnya seperti Tegal, Pekalongan, Pemalang, Cepu, hingga Ngrombo, yang turut menyumbang angka partisipasi tinggi dalam arus balik tahun 2026 ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version