Connect with us

Business

Tekor Rp265 Triliun, Honda Batalkan Proyek Mobil Listrik

Published

on

Semarang (usmnews) – Dilansir dari Kumparan.com Honda Motor Corporation merilis pernyataan resmi yang sangat mengejutkan. Tepatnya, perusahaan otomotif raksasa ini menghentikan pengembangan kendaraan masa depannya. Bahkan, Honda batalkan proyek mobil listrik untuk wilayah pasar Amerika Utara. Tentunya, keputusan drastis ini mencakup model battery electric vehicle (BEV).

Melalui siaran pers resminya, manajemen menjelaskan alasan utama pembatalan tersebut. Faktanya, perusahaan baru saja meninjau ulang strategi elektrifikasi jangka panjang mereka. Selain itu, pabrikan asal Jepang ini sedang melakukan penyesuaian struktur internal. Akibatnya, langkah Honda batalkan proyek mobil listrik menjadi pilihan paling logis.

Sebelumnya, perusahaan pernah memamerkan purwarupa Zero Series beberapa tahun lalu. Misalnya, mereka memperkenalkan model 0 Saloon dan 0 SUV kepada publik. Kini, manajemen harus menghitung total kerugian finansial yang sangat masif. Rencananya, perusahaan menyelesaikan kalkulasi denda dan kerugian tersebut pada akhir Maret ini.

[Baca Juga: BCA Resmi Bagi Dividen Jumbo dan Rencana Buyback Saham]

Tentu saja, pembatalan ini sangat mengancam target netral karbon tahun 2050. Sebab, perusahaan sedang menghadapi situasi pendapatan yang sangat menantang. Parahnya, penurunan profitabilitas model bensin makin memperburuk keadaan finansial mereka. Oleh karena itu, perusahaan menelan kerugian fantastis mencapai Rp265 triliun.

Menanggapi hal ini, manajemen berusaha memperbaiki situasi keuangan secepat mungkin. Akhirnya, mereka membatalkan pengembangan dan peluncuran tiga model BEV utama. Khususnya, pabrikan urung merilis model Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon, dan Acura RSX.

Di sisi lain, peta persaingan otomotif global terus berubah sangat cepat. Contohnya, pasar Amerika Serikat menunjukkan tren perlambatan pertumbuhan BEV. Sementara itu, selera konsumen China juga menggeser preferensi kendaraan mereka. Saat ini, pembeli lebih menyukai fitur digital ketimbang sekadar ruang kabin.

Selanjutnya, raksasa Negeri Sakura ini siap mengubah fokus bisnisnya kembali. Nantinya, mereka lebih memprioritaskan teknologi hybrid dan mesin konvensional efisien. Pastinya, kabar Honda batalkan proyek mobil listrik ini sukses mengguncang industri otomotif dunia. 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *