Education
Solidaritas Menjelang Ramadan: Mahasiswa STIK Angkatan 83 Donasikan 70 Ekor Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83/WPS menunjukkan kepedulian sosial yang nyata melalui aksi kemanusiaan di Provinsi Aceh. Para calon perwira polisi ini menyalurkan bantuan sebanyak 70 ekor sapi yang ditujukan khusus bagi warga Aceh yang terdampak bencana alam. Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai upaya memastikan masyarakat penyintas tetap dapat melaksanakan tradisi Meugang, sebuah warisan budaya luhur yang sangat sakral bagi masyarakat Serambi Mekkah.
Makna Tradisi Meugang dan Esensi Bantuan
Tradisi Meugang merupakan momen di mana keluarga di Aceh berkumpul untuk menikmati hidangan daging bersama sebelum memasuki bulan puasa, serta pada hari-hari menjelang Idulfitri dan Iduladha. Namun, bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana, menjalankan tradisi ini tentu menjadi tantangan berat secara ekonomi. Di sinilah kehadiran para mahasiswa STIK menjadi sangat berarti. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Gampong Blang, Kecamatan Langsa Kota, Aceh, pada Rabu, 18 Februari 2026. Puluhan sapi tersebut selanjutnya didistribusikan ke berbagai desa yang masuk dalam zona terdampak bencana di wilayah Aceh.
Pesan Kemanusiaan dari Pimpinan STIK

Ketua STIK, Irjen Pol Eko Rudi Sudarto, dalam keterangan resminya menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan implementasi dari nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan pendidikan di institusinya. Beliau menekankan pentingnya bagi setiap personel Polri untuk memiliki keseimbangan antara aspek kognitif dan empati.
Menurut Irjen Eko, seorang polisi harus mampu menggunakan “logika” untuk bertindak tepat sesuai prosedur, namun tetap memiliki “rasa” untuk memahami penderitaan sesama manusia. Sinergi antara profesionalitas dan sifat humanis inilah yang diharapkan tertanam kuat dalam diri para mahasiswa melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini.
Dampak Sosial dan Harapan Masyarakat

Pendistribusian bantuan ini dilakukan langsung oleh para mahasiswa STIK Angkatan 83 yang tersebar di berbagai wilayah Aceh. Dengan terjun langsung ke desa-desa, mereka memastikan bahwa daging sapi tersebut sampai kepada keluarga-keluarga yang paling membutuhkan. Di beberapa titik pengungsian, para mahasiswa bahkan turut membaur dengan warga untuk memasak daging bersama, menciptakan suasana kekeluargaan meskipun di tengah keterbatasan.
Kepala Desa (Geuchik) Gampong Blang menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kepedulian para mahasiswa. Kehadiran bantuan ini dianggap sebagai penyemangat bagi warga untuk tetap optimis menyambut bulan Ramadan. Selain menyumbangkan hewan ternak, mahasiswa STIK juga melakukan berbagai aksi sosial lainnya seperti layanan trauma healing bagi anak-anak dan pembangunan fasilitas air bersih di wilayah terdampak. Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan rasa persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama bangsa dalam menghadapi berbagai cobaan bencana.






