Nasional
Misteri Pria Bertopeng Cawang: Nekat Bongkar Mata Kucing

Semarang(usmnews) – Aksi vandalisme jalanan kembali menggegerkan publik setelah sebuah video viral menampilkan sosok misterius mengenakan topeng di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Pelaku secara nekat membongkar fasilitas keselamatan jalan berupa road stud atau mata kucing di sekitar underpass Cawang pada Selasa dini hari. Kejadian ini memicu kekhawatiran karena pelaku beraksi dengan sangat tenang saat kendaraan masih ramai melintas di lokasi tersebut.
Polisi Buru Pelaku Bertopeng

Pihak Kepolisian Sektor Makasar kini melakukan pendalaman intensif guna mengungkap identitas di balik topeng tersebut. Kapolsek Makasar, Kompol Sumardi, menjelaskan bahwa jajarannya sudah mengetahui rekaman viral tersebut dan sedang mencari keberadaan pelaku. Selain mengejar pelaku, polisi juga tengah melakukan inventarisasi terhadap barang-barang yang hilang untuk memastikan total kerugian fasilitas negara.
Aksi ini tergolong sangat berani karena pelaku mendatangi lokasi dengan membawa alat khusus untuk mencungkil mata kucing tersebut. Dalam rekaman yang beredar, pelaku tampak mengetuk alat pemantul cahaya itu berkali-kali hingga lepas dari permukaan aspal. Polisi terus mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri bukti-bukti di lapangan untuk mempercepat proses penangkapan sosok misterius ini.
Baca juga : Kondisi Terkini Jalan di Cawang Usai Mata Kucing Dibongkar Sosok Bertopeng
Bahaya Bagi Pengendara Malam Hari

Hilangnya mata kucing di sepanjang marka Jalan DI Pandjaitan ini secara langsung mengancam keselamatan para pengguna jalan. Fasilitas ini berfungsi sangat vital untuk meningkatkan visibilitas jalan saat kondisi gelap, hujan, atau berkabut dengan memantulkan cahaya lampu kendaraan. Tanpa adanya alat bantu tersebut, pengendara akan mengalami kesulitan dalam melihat pembatas jalur, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.
Pantauan terkini di lokasi menunjukkan adanya sejumlah lubang kecil bekas pembongkaran paksa yang merusak tatanan aspal di marka arah Cililitan. Selain merugikan secara material, aksi pencurian ini juga menghilangkan fitur keamanan yang sudah diatur oleh pemerintah demi kenyamanan publik. Pihak berwajib pun kini meminta masyarakat agar segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan serupa untuk mencegah kerusakan fasilitas umum yang lebih luas.
Baca juga : Trans Semarang Beralih ke Bus Listrik yang Ramah Lingkungan
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki motif utama pelaku, apakah tindakan tersebut merupakan pencurian material besi atau sekadar vandalisme murni. Masyarakat menantikan kepastian hukum agar fasilitas publik tidak terus menjadi sasaran tindak kriminal yang membahayakan nyawa orang banyak.







