Education
Wamensos Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Sragen sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, melakukan kunjungan kerja penting ke Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, guna meninjau secara langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Rintisan 78. Kehadiran Wamensos ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan sebagai strategi utama memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Proyek ambisius ini berlokasi di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Pembangunan gedung permanen SRT 78 ini menempati lahan yang sangat luas, yakni sekitar lima hektare. Dengan ketersediaan lahan yang masif tersebut, sekolah ini dirancang bukan sekadar tempat belajar biasa, melainkan sebuah kawasan pendidikan terpadu yang mampu menampung hingga 1.080 siswa. Jenjang pendidikan yang disediakan pun sangat lengkap, mencakup Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Salah satu keunggulan utama dari Sekolah Rakyat Terintegrasi ini adalah fasilitasnya yang sangat komprehensif. Selain ruang kelas, proyek ini juga mencakup pembangunan asrama bagi siswa, masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, dapur umum, lapangan olahraga, serta lapangan upacara. Keberadaan asrama menjadi poin krusial, karena memungkinkan siswa dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan lingkungan belajar yang stabil, pemenuhan gizi yang teratur, serta pendampingan karakter yang lebih intensif di bawah pengawasan tenaga pendidik.
Dalam kunjungannya, Agus Jabo Priyono didampingi oleh jajaran pimpinan daerah setempat, di antaranya Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Wakil Bupati Suroto, serta Kepala Dinas Sosial Sragen Yuniarti. Sinergi antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Sragen ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Wamensos menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan kawah candradimuka bagi anak-anak Indonesia agar memiliki karakter kebangsaan yang kuat, cerdas secara akademik, dan memiliki keterampilan vokasi yang siap pakai di masa depan.

Lebih lanjut, program SRT ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang sebelumnya mungkin terancam putus sekolah karena kendala ekonomi. Dengan mengintegrasikan asrama dan pendidikan karakter, pemerintah berharap lulusan dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen ini nantinya dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing. Pembangunan ini ditargetkan dapat selesai tepat waktu agar segera bisa memberikan manfaat nyata bagi warga Sragen dan sekitarnya, sekaligus menjadi model percontohan bagi pengembangan Sekolah Rakyat di wilayah lain di Indonesia.
Melalui langkah nyata ini, Kementerian Sosial berupaya memastikan bahwa pendidikan sebagai hak dasar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, demi menyongsong Indonesia Emas dengan sumber daya manusia yang unggul dan mandiri.







