Nasional
Gempa M 6,2 Guncang Pacitan: Warga Waspadai Susulan

Semarang(usmnews) – Masyarakat di pesisir selatan Jawa Timur mulai melakukan pembersihan puing bangunan pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 yang mengguncang pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa guncangan ini berdampak pada puluhan rumah warga, meskipun tidak memicu gelombang tsunami.
Kronologi Kejadian Gempa
Pusat gempa yang berada di kedalaman 42 kilometer tersebut melepaskan energi tektonik yang cukup besar. Getaran gempa menjalar dengan cepat hingga terasa nyata di wilayah Yogyakarta, Solo, hingga Malang. Warga di Kabupaten Pacitan mengaku merasakan guncangan hebat selama hampir sepuluh detik yang menyebabkan kepanikan luar biasa. Banyak penduduk segera berlari keluar rumah untuk menghindari risiko reruntuhan.
Dampak Kerusakan dan Langkah Evakuasi

Tim reaksi cepat BPBD Pacitan saat ini terus menyisir area terdampak di kecamatan pesisir. Petugas mengidentifikasi kerusakan minor pada fasilitas umum dan dinding rumah penduduk yang retak. Selain itu, otoritas terkait langsung mendirikan posko darurat untuk mengantisipasi adanya pengungsi sementara. Para relawan juga mendistribusikan bantuan logistik berupa tenda dan bahan makanan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan struktural.
Baca juga : BPBD DIY: 40 Orang Terluka Akibat Gempa Pacitan
Mengenal Zona Subduksi Selatan Jawa
Secara geografis, wilayah selatan Jawa memang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif. Para ahli geologi menyebut area ini sebagai zona subduksi, di mana lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Aktivitas ini secara rutin memicu pelepasan energi dalam bentuk gempa bumi. Masyarakat yang tinggal di sepanjang garis pantai selatan perlu memahami mitigasi bencana secara mandiri karena potensi ancaman yang bersifat permanen ini.
Imbauan BMKG dan Kewaspadaan Dini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tetap waspada. Gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil masih berpotensi terjadi dalam beberapa jam ke depan. Ahli geologi menyarankan warga untuk memeriksa kestabilan struktur bangunan sebelum memutuskan kembali masuk ke dalam rumah.
Langkah antisipasi sangat penting mengingat dinamika zona aktif tersebut. Pastikan Anda selalu memantau informasi resmi melalui aplikasi portal bencana agar terhindar dari berita bohong atau hoaks yang sering beredar setelah kejadian bencana alam. Keamanan keluarga menjadi prioritas utama dengan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.
Baca juga : Kepanikan Warga Yogyakarta Saat Gempa Magnitudo 4,5 Melanda Siang Hari







