Connect with us

Tech

Pergeseran Fokus Strategis: Blue Origin Hentikan Sementara Wisata Luar Angkasa Demi Misi ke Bulan

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNNIndonesia.com Blue Origin, perusahaan antariksa yang didirikan oleh pendiri Amazon, Jeff Bezos, telah mengumumkan keputusan strategis yang signifikan untuk menangguhkan program penerbangan wisata antariksa suborbitalnya. Roket New Shepard, yang selama ini menjadi andalan perusahaan untuk membawa warga sipil, selebritas, dan orang-orang kaya menikmati pengalaman singkat di tepi luar angkasa, akan diistirahatkan dari kegiatan operasional rutin setidaknya selama dua tahun ke depan.

Alasan Utama: Mengalihkan Sumber Daya untuk Eksplorasi Lunar

Keputusan untuk “memarkir” New Shepard bukanlah tanpa alasan yang kuat. Pihak manajemen Blue Origin menegaskan bahwa langkah ini diambil demi memprioritaskan ambisi yang jauh lebih besar dan mendesak: eksplorasi Bulan. Dalam pernyataannya, perusahaan menjelaskan bahwa penghentian layanan wisata ini bertujuan untuk mengalihkan seluruh sumber daya—baik tenaga ahli, teknologi, maupun pendanaan—guna mempercepat pengembangan kemampuan pendaratan manusia di Bulan.

Langkah ini mencerminkan komitmen serius Blue Origin terhadap kontrak dan kemitraannya dengan NASA. Saat ini, perlombaan untuk kembali mendaratkan manusia di permukaan Bulan semakin memanas, terutama di bawah program Artemis. Blue Origin, bersama dengan pesaing utamanya, SpaceX milik Elon Musk, memegang peran krusial sebagai kontraktor yang mengembangkan kendaraan pendarat (lander) untuk misi tersebut.

Dinamika Kompetisi dan Tekanan NASA

Konteks di balik keputusan ini juga sangat dipengaruhi oleh tekanan jadwal dari NASA. SpaceX saat ini dijadwalkan untuk menyediakan pendarat bagi misi Artemis III, yang ditargetkan menjadi misi pendaratan manusia pertama NASA sejak era Apollo, dengan rencana peluncuran pada tahun 2028. Namun, kekhawatiran mengenai potensi keterlambatan SpaceX telah memicu peringatan dari pejabat tinggi AS.

Sean Duffy, yang sempat menjabat sebagai administrator sementara NASA pada Oktober tahun sebelumnya, secara terbuka menyatakan bahwa badan antariksa tersebut tidak akan ragu untuk beralih ke Blue Origin jika SpaceX gagal memenuhi tenggat waktu. Duffy menekankan bahwa AS sedang berada dalam perlombaan antariksa jilid dua melawan China, yang menargetkan pendaratan di Bulan pada tahun 2030. Oleh karena itu, kesiapan Blue Origin menjadi sangat vital sebagai opsi cadangan atau bahkan pengganti utama untuk memastikan AS tetap unggul.

Jared Isaacman, administrator baru NASA yang juga seorang miliarder dan astronaut swasta, dilaporkan telah bertemu dengan kedua perusahaan untuk memastikan jadwal program Artemis dapat dipercepat. Hal ini semakin mempertegas mengapa Blue Origin merasa perlu untuk memfokuskan seluruh energinya pada pengembangan teknologi pendaratan bulan, alih-alih membagi fokus dengan pariwisata suborbital.

Nasib Program Wisata New Shepard

Sejak memulai penerbangan berawaknya pada tahun 2021, New Shepard telah sukses menerbangkan 98 orang melintasi Garis Kármán (batas ketinggian 100 km yang diakui sebagai tepi luar angkasa). Deretan penumpangnya mencakup nama-nama besar seperti aktor legendaris “Star Trek” William Shatner, bintang NFL Michael Strahan, jurnalis Gayle King, hingga penyanyi Katy Perry. Penerbangan berdurasi sekitar 10 menit ini menawarkan sensasi mikrogravitasi yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan tajir.

Namun, dengan adanya penundaan ini, nasib para pemegang tiket yang belum terbang menjadi tidak pasti. Blue Origin belum memberikan rincian mengenai berapa banyak antrean penumpang yang tersisa atau kebijakan pengembalian dana, mengingat harga tiketnya pun tidak pernah dipublikasikan secara transparan.

Kesimpulan

Penghentian sementara ini menandai berakhirnya satu babak dalam fase awal pariwisata luar angkasa komersial, namun sekaligus membuka babak baru yang lebih ambisius. Blue Origin kini tidak lagi sekadar perusahaan yang menawarkan “joyride” ke luar angkasa, melainkan memposisikan dirinya sebagai pemain kunci yang akan menentukan keberhasilan umat manusia untuk kembali menjejakkan kaki di Bulan dan membangun kehadiran yang permanen di sana. Transformasi ini menunjukkan bahwa bagi Jeff Bezos dan timnya, prestise eksplorasi ilmiah dan strategis kini jauh lebih berharga daripada pendapatan dari pariwisata jangka pendek.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *