Education
Panduan Durasi Mengukus Telur Agar Matang Sempurna dan Mudah Dikupas

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Memasak telur sering kali dianggap sebagai hal yang paling mendasar di dapur, namun mendapatkan tingkat kematangan yang akurat mulai dari kuning telur yang lumer hingga matang padat sebenarnya memerlukan teknik khusus. Selama ini, banyak orang terbiasa merebus telur dengan cara merendamnya dalam air mendidih. Namun, metode tersebut sering kali menghasilkan telur yang sulit dikupas, putih telur yang kenyal seperti karet, atau tingkat kematangan yang tidak merata. Sebagai solusi superior, teknik mengukus kini lebih disarankan oleh para ahli kuliner karena menawarkan stabilitas suhu dan hasil yang jauh lebih konsisten.
Keunggulan Mengukus Dibanding Merebus Perbedaan mendasar antara merebus dan mengukus terletak pada interaksi panas. Saat merebus, telur terpapar langsung oleh gejolak air mendidih yang suhunya bisa fluktuatif tergantung ukuran panci dan volume air. Guncangan air juga berisiko membuat cangkang telur retak sebelum matang. Sebaliknya, uap panas bekerja dengan cara menyelimuti telur secara lembut dan merata. Suhu uap yang relatif stabil memastikan telur matang perlahan tanpa menjadi keras, serta meminimalkan risiko retak pada cangkang. Hasilnya adalah tekstur putih telur yang lebih lembut (tender) dan rasa yang lebih creamy.

Panduan Durasi untuk Hasil Sempurna Kunci keberhasilan metode ini terletak pada “manajemen waktu”. Berikut adalah panduan durasi mengukus (dihitung sejak air di kukusan sudah mendidih dan mengeluarkan uap):
Tekstur Setengah Matang (6-7 Menit): Rentang waktu ini adalah “titik emas” bagi pecinta soft-boiled egg. Dalam durasi ini, putih telur sudah memadat cukup kuat untuk menahan bentuknya, namun kuning telur di dalamnya masih berbentuk cairan kental yang hangat. Tekstur ini sangat diburu sebagai topping ramen otentik, teman makan roti panggang saat sarapan, atau pelengkap salad.
Tekstur Matang Sedang (8-9 Menit): Bagi mereka yang tidak menyukai kuning telur cair namun enggan memakan kuning telur yang kering, durasi 8 hingga 9 menit adalah jawabannya. Hasilnya sering disebut sebagai telur jammy atau creamy. Kuning telur sudah tidak lagi mengalir, melainkan memiliki tekstur lembut seperti selai atau custard. Tingkat kematangan ini sangat populer untuk isian sandwich, rice bowl, atau menu diet karena rasanya yang kaya.
Tekstur Matang Sempurna (10-12 Menit): Untuk keperluan bekal, telur balado, atau isian kue, durasi 10 hingga 12 menit akan menghasilkan hard-boiled egg yang ideal. Keunggulan mengukus di tahap ini adalah meskipun matang total hingga ke inti, putih telurnya tidak akan sekeras telur rebus biasa. Kuning telurnya pun matang merata tanpa terasa berpasir di lidah.

Pentingnya Kejutan Suhu (Thermal Shock) Proses memasak tidak berhenti saat api dimatikan. Sisa panas di dalam cangkang akan terus mematangkan telur (carry-over cooking). Oleh karena itu, langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan adalah segera memindahkan telur kukus ke dalam mangkuk berisi air es (air dingin) selama 5-10 menit. Proses ini berfungsi untuk menghentikan proses pematangan seketika. Selain itu, perubahan suhu drastis akan membuat isi telur sedikit menyusut, sehingga terlepas dari selaput cangkangnya. Inilah rahasia mengapa telur kukus jauh lebih mudah dikupas dengan hasil permukaan yang mulus.
Sehat dan Estetis Selain keunggulan tekstur, mengukus telur juga menghindarkan kita dari tampilan “lingkaran hijau” keabuan di sekitar kuning telur yang sering muncul pada telur rebus yang terlalu lama dimasak (reaksi sulfur). Dengan durasi yang tepat, Anda akan mendapatkan telur yang sehat, minim lemak, bertekstur lembut, dan memiliki warna kuning cerah yang menggugah selera.







