Connect with us

Nasional

Berkah di Balik Musibah: Rumah Tak Layak Huni Milik Penjual Es Gabus di Bogor Akhirnya Direnovasi

Published

on

Semarang (usmnews) – Kisah Suderajat, seorang pedagang es gabus berusia 49 tahun di Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, akhirnya menemukan titik terang yang membahagiakan.

Setelah sebelumnya sempat menjadi sorotan publik akibat kesalahpahaman viral yang menuduh dagangannya menggunakan bahan spons berbahaya—tuduhan yang kemudian terbukti tidak benar—kini perhatian pemerintah dan masyarakat beralih pada kondisi kehidupan Suderajat yang memprihatinkan. Tragedi fitnah tersebut justru menjadi jalan pembuka bagi bantuan nyata yang sangat dibutuhkannya.

Pemerintah Kabupaten Bogor, merespons temuan di lapangan mengenai kondisi tempat tinggal Suderajat, segera mencairkan dana bantuan sebesar Rp 20 juta. Dana ini dialokasikan khusus untuk perbaikan rumahnya yang masuk dalam kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kondisi rumah Suderajat memang sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak. Berdasarkan pantauan langsung, struktur bangunan tersebut sudah mengalami kerusakan parah sejak satu tahun terakhir. Kerusakan paling fatal terlihat pada bagian atap yang menggunakan asbes, material tersebut sudah lapuk dan bahkan ambruk akibat tak kuat menahan derasnya hujan yang mengguyur wilayah Bogor seminggu belakangan.

Tidak hanya atap yang bocor dan ambruk, dinding rumahnya yang terbuat dari bilik bambu dan papan kayu juga sudah banyak yang bolong serta dimakan usia. Di bagian dalam, dinding tembok terlihat kotor, retak, dan berjamur karena lembab, sementara plafon di beberapa ruangan seperti dapur dan kamar tidur sudah runtuh, menimpa kasur hingga tak bisa digunakan lagi. Kondisi ini membuat Suderajat dan keluarganya hidup dalam kecemasan setiap kali hujan turun, khawatir rumah mereka akan roboh sewaktu-waktu.

Bantuan renovasi ini dikelola secara transparan dan gotong royong. Ketua RT setempat, Anan, menjelaskan bahwa dari total bantuan Rp 20 juta, sebesar Rp 18 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan seperti baja ringan, asbes baru, semen, dan kusen. Sisanya digunakan untuk upah tenaga kerja yang memberdayakan warga sekitar.

Saat ini, proses perbaikan sedang berlangsung intensif dengan target penyelesaian pada akhir pekan ini. Tumpukan material bangunan sudah terlihat di halaman rumah, dan semangat kebersamaan warga terlihat jelas saat mereka bahu-membahu memperbaiki atap rumah Suderajat.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial. Apa yang bermula dari sebuah insiden tak menyenangkan bagi Suderajat, kini berbuah manis berupa hunian yang lebih aman dan nyaman, berkat respons cepat pemerintah daerah dan solidaritas lingkungan sekitar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *