Connect with us

Education

Virus Nipah 2026: Simak Gejala & Langkah Tegas Kemenkes

Published

on

Petugas medis melakukan disinfeksi area publik sebagai upaya pencegahan Virus Nipah 2026

Semarang(usmnews) –Dunia kesehatan kembali dalam mode siaga. Memasuki akhir Januari 2026, laporan mengenai lonjakan kasus Virus Nipah(NiV) di Kerala, India, memicu kekhawatiran global. Mengingat tingkat kematiannya yang sangat tinggi, masyarakat Indonesia mulai bertanya-tanya: Seberapa dekat ancaman ini ke pintu rumah kita?

Meskipun situasi tampak menegangkan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI bergerak cepat untuk memastikan virus ini tidak melenggang masuk ke tanah air.

“Kemenkes RI: “Indonesia Masih Nol Kasus”

Mengutip pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan RI, hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus Virus Nipah di Indonesia. Namun, pemerintah tidak mau kecolongan.

“Kami telah menginstruksikan seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan dari negara terdampak. Thermal scanner dan pemantauan melalui SATUSEHAT Health Pass menjadi garda terdepan kita,” tulis rilis resmi Kemenkes baru-baru ini.

Mengenal “Si Pencuri Kesadaran” Virus Nipah 2026

Virus Nipah bukan sekadar flu biasa. Menurut data dari World Health Organization (WHO), virus yang ditularkan oleh kelelawar buah, ini memiliki masa inkubasi 4 hingga 14 hari. Yang membuatnya mengerikan adalah kemampuannya memicu peradangan otak (ensefalitis).

Gejala yang harus Anda waspadai meliputi:

  • Demam tinggi dan nyeri otot yang mendadak.
  • Gangguan pernapasan akut atau sesak napas.
  • Pusing hebat yang berujung pada kebingungan mental atau disorientasi.
  • Dalam kondisi fatal, penderita bisa mengalami kejang hingga koma hanya dalam waktu 24 jam.

Langkah Proteksi terhadap Virus Nipa 2026: Jangan Jadi “Detektif Buah”

Penularan Nipah sering kali terjadi secara tidak sengaja melalui makanan. Mengutip pedoman pencegahan dari otoritas kesehatan internasional, berikut langkah simpel agar Anda tetap aman:

  1. Hindari Buah “Bekas”: Jangan sekali-kali mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan hewan di kulitnya. Kelelawar sering meninggalkan virus melalui air liur mereka pada buah.
  2. Masak Nira Hingga Mendidih: Bagi penggemar nira atau susu segar, pastikan proses pemanasan dilakukan dengan sempurna untuk mematikan virus.
  3. Kebersihan Personal: Cuci tangan dengan sabun setelah berinteraksi dengan hewan ternak, terutama babi, yang bisa menjadi inang perantara.

Kesimpulan: Waspada Tanpa Panik

Dunia memang sedang menyoroti wabah di India, namun dengan protokol kesehatan yang ketat dan pengawasan ketat di bandara, risiko penularan di Indonesia masih dapat ditekan. Kuncinya adalah tetap memperbarui informasi dari sumber resmi dan tidak mudah termakan hoaks yang beredar di media sosial.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *