Nasional
Guncangan Gempa Magnitudo 4,8 Kejutkan Wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara

Semarang ( usmnews ) – Dikutip dari Detik.com Pada dini hari Rabu, 28 Januari 2026, wilayah Indonesia bagian utara kembali diguncang aktivitas seismik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sebuah gempa bumi tektonik dengan kekuatan Magnitudo (M) 4,8 telah terjadi di kawasan Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Peristiwa alam ini tercatat berlangsung pada pukul 00.43 Waktu Indonesia Barat (WIB), saat sebagian besar penduduk mungkin sedang beristirahat.
Berdasarkan data awal yang dirilis oleh BMKG melalui akun media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter), pusat gempa atau episenter terdeteksi berada di laut, tepatnya pada jarak sekitar 359 kilometer di arah Barat Laut dari kota Tahuna, yang merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Lokasi spesifik episenter ini berada pada koordinat geografis 6,30 Lintang Utara dan 123,70 Bujur Timur.

Salah satu parameter penting yang dicatat adalah kedalaman gempa yang tergolong dangkal, yakni berada pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini sering kali dirasakan lebih kuat oleh masyarakat di sekitar episenter dibandingkan gempa dalam, meskipun dampak kerusakannya sangat bergantung pada struktur batuan dan jarak ke pemukiman.
Pihak BMKG memberikan catatan penting atau disclaimer menyertai informasi ini. Mereka menegaskan bahwa data yang disampaikan pada menit-menit awal pasca-kejadian mengutamakan kecepatan penyampaian informasi kepada publik. Oleh karena itu, hasil pengolahan data tersebut belum sepenuhnya stabil dan masih sangat mungkin mengalami perubahan atau pembaruan seiring dengan masuknya data seismik yang lebih lengkap dari berbagai sensor di lapangan. Hal ini merupakan prosedur standar dalam mitigasi bencana untuk memberikan peringatan sedini mungkin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi lebih lanjut mengenai dampak kerusakan fisik pada bangunan, infrastruktur, maupun adanya korban jiwa akibat guncangan tersebut. Masyarakat di wilayah Kepulauan Sangihe dan sekitarnya diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan (aftershocks) yang lazim terjadi setelah gempa utama.
Pemantauan informasi resmi dari BMKG menjadi sangat krusial agar warga tidak termakan isu-isu atau kabar bohong (hoaks) yang sering beredar di situasi darurat. Peristiwa ini menambah daftar aktivitas kegempaan di wilayah Indonesia yang memang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, menuntut kesiapsiagaan bencana yang terus-menerus.







