Connect with us

Lifestyle

Menjaga Kesehatan Lambung: Daftar Makanan yang Harus Dihindari demi Mencegah Kekambuhan GERD

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip Sindo.news Penyakit lambung, khususnya GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), belakangan ini menjadi perhatian publik setelah mencuatnya kabar duka mengenai kondisi kesehatan selebgram Lula Lahfah. Sebelum meninggal dunia, mendiang dikabarkan berjuang melawan komplikasi penyakit, termasuk masalah lambung yang kronis. GERD sendiri merupakan kondisi medis di mana asam lambung kembali naik menuju kerongkongan. Gejala yang paling sering dirasakan penderita adalah sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa mual, hingga munculnya rasa pahit atau asam yang tidak nyaman di area mulut.

Salah satu faktor terbesar yang memicu kambuhnya GERD adalah pola makan yang tidak terjaga. Oleh karena itu, penderita asam lambung sangat disarankan untuk lebih selektif dalam memilih hidangan. Berdasarkan informasi medis, setidaknya ada lima jenis makanan dan minuman yang menjadi “musuh utama” bagi lambung dan wajib dihindari:

Pertama adalah makanan pedas. Meskipun sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, kandungan capsaicin dalam cabai dapat mengiritasi dinding lambung secara langsung. Selain iritasi, zat ini juga memiliki efek memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga asam lambung memiliki waktu lebih lama untuk naik ke atas.

Kedua, makanan dengan kandungan lemak yang tinggi. Kelompok ini mencakup gorengan, makanan cepat saji, serta masakan yang menggunakan santan kental. Lemak yang berlebihan dapat menyebabkan otot sfingter esofagus bawah yaitu katup yang membatasi lambung dan kerongkongan menjadi lemah atau rileks. Ketika katup ini tidak menutup dengan sempurna, asam lambung akan dengan mudah mengalir naik.

Ketiga, cokelat. Walaupun sering dianggap sebagai makanan penenang, cokelat mengandung kafein dan theobromine. Kedua zat ini memiliki sifat yang sama dengan lemak tinggi, yaitu membuat otot katup kerongkongan menjadi kendur, sehingga memicu gejala GERD.

Keempat, minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda. Kafein dikenal sebagai stimulan yang dapat meningkatkan produksi asam di dalam lambung. Mengonsumsi minuman ini, terutama saat perut masih kosong, dapat memperburuk iritasi dan memicu rasa perih yang hebat.

Terakhir, makanan dan minuman yang bersifat asam. Buah-buahan seperti jeruk, lemon, serta sayuran seperti tomat memiliki tingkat pH yang rendah atau sangat asam. Bagi orang sehat, ini mungkin tidak masalah, namun bagi penderita GERD, tingkat keasaman ini akan mengiritasi lapisan kerongkongan yang sudah sensitif dan memperparah rasa sakit.

Dengan memahami dan menghindari daftar makanan di atas, penderita diharapkan dapat mengelola gejala GERD dengan lebih baik dan mencegah terjadinya komplikasi kesehatan yang lebih serius di masa depan. Menjaga pola makan adalah langkah awal yang paling krusial dalam proses penyembuhan asam lambung.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *