Sports
Pesta Kilat di Istora: Alwi Farhan Rebut Tahta Indonesia Masters 2026 dengan Performa Mengerikan

Semarang (usmnews) – Dikutip dari iNews.id Gemuruh Istora Senayan menjadi saksi sejarah baru bagi bulu tangkis Indonesia pada Minggu sore, 25 Januari 2026. Pebulu tangkis tunggal putra masa depan Merah Putih, Alwi Farhan, sukses menasbihkan dirinya sebagai juara Indonesia Masters 2026 lewat sebuah pertunjukan dominasi yang nyaris tak masuk akal. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Alwi tidak sekadar menang; ia meluluhlantakkan perlawanan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dalam laga final yang berlangsung sangat singkat.
Pertandingan puncak yang seharusnya menjanjikan duel sengit justru berubah menjadi panggung ekshibisi kekuatan Alwi. Total waktu yang dibutuhkan pemain peringkat 18 dunia ini untuk menyudahi perlawanan lawan hanyalah 25 menit. Angka ini terbilang sangat fantastis untuk sebuah laga final turnamen bergengsi, menegaskan betapa jauhnya perbedaan kelas yang tersaji di lapangan hari itu. Alwi menang dua gim langsung dengan skor yang sangat mencolok dan jarang terjadi di level profesional: 21-5 dan 21-6.
Dominasi Mutlak Sejak Menit Awal

Sejak wasit memulai gim pertama, Alwi langsung tancap gas tanpa memberi kesempatan lawan untuk bernapas. Ia menerapkan strategi menyerang yang agresif dan presisi, membuat Teeraratsakul tampak kebingungan membaca arah bola. Keunggulan cepat 7-2 langsung diamankan Alwi di menit-menit awal, yang kemudian berlanjut hingga interval gim pertama dengan skor telak 11-4.
Selepas jeda interval, harapan Teeraratsakul untuk bangkit justru makin terkubur. Alwi yang tampil di depan publik sendiri bermain sangat nyaman, mendikte setiap reli, dan terus menekan pertahanan lawan. Rentetan poin demi poin diraih Alwi dengan mudah hingga papan skor menunjukkan angka 16-4. Gim pertama pun ditutup dalam waktu kilat, hanya 12 menit, dengan skor akhir 21-5. Penonton di Istora dibuat terpukau oleh efisiensi permainan sang tuan rumah.
Gelar Super 500 Perdana yang Manis

Memasuki gim kedua, skenario pertandingan tidak mengalami perubahan berarti. Alwi Farhan tetap memegang kendali penuh atas ritme permainan. Di sisi lain, wakil Thailand tampak sudah kehilangan kepercayaan diri akibat tekanan mental dan tempo cepat yang diperagakan Alwi. Sempat tertinggal 1-5, Teeraratsakul semakin tenggelam dalam kesalahan sendiri dan ketidakmampuan menembus pertahanan Alwi.
Interval gim kedua ditutup Alwi dengan keunggulan 11-2, sebuah marjin skor yang menggambarkan betapa timpangnya jalannya laga. Tanpa sedikit pun mengendurkan serangan, Alwi terus melaju mulus selepas jeda, memperlebar jarak menjadi 16-5, hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 21-6.
Kemenangan sensasional ini menjadi tonggak sejarah penting dalam karier profesional Alwi Farhan. Podium tertinggi di Indonesia Masters 2026 ini bukan hanya sekadar trofi, melainkan gelar turnamen level Super 500 pertama yang berhasil ia raih. Kesuksesan ini sekaligus menjadi sinyal kuat kebangkitan sektor tunggal putra Indonesia di kancah internasional, membuktikan bahwa regenerasi atlet berjalan ke arah yang positif. Alwi Farhan telah membuktikan diri siap menjadi tumpuan baru Indonesia dengan debut juara yang sangat manis dan meyakinkan di rumah sendiri.







