Connect with us

Lifestyle

Mengenal 7 Jenis Asupan yang Perlu Dibatasi Demi Menjaga Kesehatan Fungsi Ginjal

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip cnbcindonesia.com Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi sebagai sistem penyaringan alami tubuh. Peran utamanya meliputi pembersihan racun dari darah, pembuangan sisa-sisa metabolisme, serta penyeimbang kadar cairan dan mineral dalam tubuh. Mengingat fungsinya yang sangat krusial, kesehatan ginjal harus dijaga dengan saksama. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja organ ini adalah pola makan. Meskipun banyak buah dan sayuran dikenal menyehatkan bagi tubuh secara umum, ternyata ada beberapa jenis makanan yang justru bisa memberikan beban kerja ekstra bagi ginjal jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi mereka yang fungsi ginjalnya mulai menurun.

Berikut adalah tujuh jenis makanan yang perlu diwaspadai karena kandungan mineralnya yang tinggi:

Pertama adalah alpukat. Meski dikenal sebagai sumber lemak sehat dan serat, alpukat memiliki kandungan kalium yang sangat tinggi. Bagi penderita penyakit ginjal kronis, kemampuan tubuh untuk membuang kelebihan kalium menurun drastis, sehingga konsumsi alpukat perlu dibatasi agar tidak terjadi penumpukan mineral yang berbahaya dalam darah.

Kedua, pisang juga menempati daftar makanan yang harus diperhatikan. Satu buah pisang ukuran sedang mengandung kalium dalam jumlah yang signifikan. Sebagai alternatif yang lebih aman bagi ginjal, penderita gangguan ginjal disarankan untuk beralih ke buah tropis lain seperti nanas yang memiliki kadar kalium jauh lebih rendah.

Ketiga, buah jeruk dan produk turunannya seperti jus jeruk. Vitamin C yang melimpah dalam jeruk memang baik untuk imunitas, namun kandungan kaliumnya bisa menjadi ancaman bagi kesehatan ginjal yang sudah bermasalah. Konsumsi jus jeruk sering kali memberikan asupan kalium yang lebih pekat dibandingkan buah utuhnya, sehingga sangat disarankan untuk dibatasi.

​Keempat, kelompok umbi-umbian seperti kentang dan ubi jalar. Keduanya merupakan sumber karbohidrat yang kaya kalium. Namun, ada cara untuk menyiasatinya, yaitu dengan teknik “pelindian”. Caranya adalah dengan merendam atau merebus kentang dalam air sebelum dimasak untuk melarutkan sebagian kadar kaliumnya sehingga lebih aman dikonsumsi.

Kelima adalah tomat. Buah yang sering digunakan dalam berbagai masakan ini juga tinggi kalium. Sebagai pengganti yang lebih ramah bagi ginjal tanpa mengurangi kelezatan masakan, penggunaan paprika bisa menjadi solusi alternatif karena memiliki profil kalium yang lebih rendah per porsinya.

Keenam, buah kering seperti kismis dan kurma. Proses pengeringan membuat nutrisi dalam buah-buah ini menjadi sangat terkonsentrasi, termasuk kandungan kaliumnya. Beberapa butir kurma saja sudah cukup untuk memberikan lonjakan kalium yang signifikan, sehingga buah kering sebaiknya dihindari oleh mereka yang harus menjalankan diet rendah mineral.

Terakhir adalah bayam dan sayuran hijau. Bayam mengandung kalium yang tinggi, dan jumlahnya justru akan semakin pekat saat dimasak karena sayuran ini menyusut secara volume. Selain itu, bayam juga mengandung oksalat, senyawa yang jika menumpuk dapat memicu pembentukan batu ginjal. Kondisi ini jika dibiarkan dapat merusak jaringan organ dan menurunkan fungsinya secara permanen.

Dengan memahami daftar makanan di atas, kita diharapkan lebih bijak dalam mengatur porsi makan harian. Menjaga ginjal bukan hanya tentang minum air putih yang cukup, tetapi juga tentang memilih asupan yang tidak memberikan beban berlebih bagi organ penyaring ini.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *