Lifestyle
Mengapa Tekstur Daging Berserat pada Makanan Basah Lebih Unggul untuk Kesehatan Kucing?

Semarang (usmnews) – Dikutip cnbcindonesia.com Bagi para pemilik kucing atau yang sering disebut sebagai pawrents, memilih jenis makanan untuk hewan kesayangan sering kali menjadi tantangan tersendiri. Salah satu perdebatan yang sering muncul adalah mengenai tekstur makanan basah (wet food). Ada produk yang memiliki tekstur sangat halus seperti pasta atau bubur, namun ada pula yang cenderung kasar, padat, dan menonjolkan serat daging. Meski terlihat kurang “rapi”, ternyata tekstur yang sedikit kasar dan berserat ini memiliki keunggulan kesehatan yang signifikan bagi kucing.
Secara biologis, kucing adalah karnivora sejati (obligate carnivores). Hal ini berarti tubuh mereka dirancang secara alami untuk mengonsumsi dan mengolah protein hewani. Menurut penjelasan ahli kedokteran hewan, drh. Ricki Halim, daging asli pada dasarnya memiliki struktur serat (fibrous) yang tidak akan bisa menjadi sangat mulus kecuali jika melalui proses penghancuran mekanis yang sangat ekstrem atau penambahan bahan pengisi tertentu. Oleh karena itu, kehadiran serat daging yang masih terasa dalam makanan basah merupakan indikasi kuat bahwa produk tersebut menjaga integritas protein yang lebih tinggi.
Tekstur yang lebih nyata ini bukan sekadar masalah estetika, melainkan berkaitan erat dengan stimulasi sensorik kucing. Saat mengonsumsi makanan yang berserat, indra perasa kucing akan terangsang dengan cara yang lebih alami, memberikan pengalaman makan yang menyerupai perilaku mereka di alam liar saat mengonsumsi daging segar. Selain itu, dari sisi nutrisi, makanan dengan tekstur padat biasanya memiliki Nutrient Density atau kepadatan nutrisi yang lebih baik.

Dalam setiap suapan makanan yang padat gizi, kucing akan mendapatkan asupan protein hewani yang lebih konsentrat dibandingkan dengan makanan yang terlalu banyak mengandung air atau bahan pengental. Ini berarti meskipun porsi yang diberikan terlihat sama, manfaat kesehatan yang diserap oleh tubuh anabul jauh lebih optimal. Makanan dengan daging asli yang digiling kasar memastikan bahwa kebutuhan biologis kucing akan asam amino dan protein berkualitas tinggi terpenuhi dengan baik.
Sebagai saran bagi para pemilik kucing, sangat penting untuk tidak menilai kualitas makanan hanya dari tampilannya yang terlihat “mulus” atau cantik. Sebaliknya, mulailah lebih teliti dalam membaca label kemasan dan memperhatikan tekstur aslinya. Jika makanan basah kucing Anda menunjukkan serat-serat daging yang nyata, itu adalah pertanda positif bahwa makanan tersebut mengandung protein murni yang padat gizi, yang sangat mendukung kesehatan jangka panjang dan vitalitas kucing kesayangan Anda.







