Connect with us

Anak-anak

Waspada Bahaya Laten Cacingan: Mengapa Kebiasaan Kecil Anak Bisa Berdampak Fatal bagi Tumbuh Kembang?

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip cnbcindonesia.com Penyakit cacingan sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan ringan yang lumrah terjadi pada masa kanak-kanak. Namun, di balik stigma “penyakit biasa” tersebut, terdapat ancaman serius yang dapat menghambat masa depan generasi muda Indonesia. Berdasarkan penjelasan dari pakar kesehatan, dr. Yenny Rachmawati, MBiomed, dari Fakultas Kedokteran IPB University, infeksi parasit ini masih menjadi tantangan besar di tanah air, terutama karena pola hidup bersih yang belum sepenuhnya diterapkan oleh masyarakat.

Anak-anak secara alami memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sering berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar, seperti tanah atau area bermain terbuka. Sayangnya, kebiasaan seperti bermain tanpa alas kaki atau lupa mencuci tangan sebelum menyentuh makanan menjadi pintu masuk utama bagi telur cacing. Parasit ini umumnya mencemari tanah melalui kotoran manusia atau hewan, dan tanpa disadari, telur-telur mikroskopis tersebut berpindah ke mulut anak melalui tangan yang kotor.

Meskipun orang dewasa juga bisa terinfeksi, anak-anak jauh lebih rentan karena sistem imun yang belum sekuat orang dewasa dan tingkat kesadaran terhadap higiene yang masih rendah. Di beberapa wilayah Indonesia, tingkat prevalensi cacingan bahkan sangat mengkhawatirkan, mencapai angka 60 hingga 90 persen di daerah-daerah terpencil.

Dampak yang Melampaui Gangguan Pencernaan Bahaya utama dari cacingan bukan sekadar rasa tidak nyaman di perut. Dr. Yenny menjelaskan bahwa jenis cacing seperti cacing gelang, tambang, cambuk, dan kremi dapat menguras nutrisi penting yang seharusnya diserap tubuh untuk pertumbuhan. Ketika jumlah cacing dalam tubuh meningkat, anak akan mulai menunjukkan gejala anemia, lemas, diare kronis, hingga penurunan berat badan.

Dampak jangka panjangnya jauh lebih mengerikan: stunting. Infeksi cacing yang tidak tertangani menyebabkan anak mengalami malnutrisi kronis yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif otak. Dalam kondisi yang ekstrem, penumpukan cacing di dalam usus bahkan dapat menyebabkan penyumbatan total (obstruksi usus) yang hanya bisa diatasi melalui tindakan operasi bedah.

Langkah Preventif dan Peran Orang Tua Mengingat gejalanya yang sering tidak terlihat pada tahap awal, pencegahan menjadi kunci utama. Orang tua diimbau untuk lebih disiplin dalam membiasakan anak memakai alas kaki saat keluar rumah dan memastikan tangan selalu dicuci bersih dengan sabun. Selain itu, kebersihan makanan baik dalam proses pencucian maupun tingkat kematangan saat dimasak harus menjadi prioritas.

Pemerintah sendiri telah berupaya menekan angka infeksi melalui program pemberian obat cacing gratis setiap enam bulan. Langkah ini merupakan bentuk perlindungan jangka panjang agar parasit tidak sempat berkembang biak dalam tubuh. Kesimpulannya, cacingan bukanlah masalah sepele. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat, orang tua dapat melindungi anak dari risiko gangguan tumbuh kembang yang permanen.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *