Connect with us

Education

Waspada Lonjakan Kasus Flu: Varian Baru dan Masa Penularan yang Perlu Diperhatikan

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Dunia kesehatan kembali menyerukan kewaspadaan tinggi seiring dengan prediksi bahwa musim flu kali ini akan terasa lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Para ahli kesehatan menyoroti adanya peningkatan aktivitas virus influenza yang signifikan, yang didorong oleh kemunculan varian baru yang lebih agresif. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih memahami karakteristik virus, masa penularan, serta langkah pencegahan yang efektif demi melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Ancaman Varian Baru Influenza A (H3N2)Penyebab utama kekhawatiran para dokter saat ini adalah dominasi varian baru dari virus Influenza A, yaitu jenis H3N2 subclade K. Berdasarkan data medis, varian ini memiliki kemampuan menular yang lebih cepat dan efektif dibandingkan jenis flu musiman biasa.

Dr. Stuart Ray, seorang profesor kedokteran dari Johns Hopkins University School of Medicine, menjelaskan perbedaan krusial antara dua jenis virus flu utama yang menyerang manusia: Influenza A dan Influenza B. Menurutnya, Influenza A adalah “biang kerok” di balik musim flu yang parah dan satu-satunya jenis yang tercatat pernah menyebabkan pandemi global. Sebaliknya, Influenza B cenderung berkembang lebih lambat dengan gejala yang relatif lebih ringan, meskipun tetap berpotensi menimbulkan komplikasi serius pada kelompok rentan. Dominasi Influenza A tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa kita tidak boleh menganggap remeh gejala flu yang muncul. Memahami Masa Penularan Terpanjang. Salah satu poin paling kritis yang ditekankan oleh para dokter adalah durasi penularan virus. Banyak orang kerap salah kaprah mengenai kapan mereka bisa menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Secara umum, penderita flu berada pada fase paling menular (“infeksius”) pada tiga hingga empat hari pertama setelah gejala muncul. Namun, dokter memberikan peringatan khusus: masa penularan ini bisa berlangsung jauh lebih lama pada kelompok tertentu. Anak-anak kecil dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (immunocompromised) dapat tetap membawa dan menyebarkan virus aktif bahkan setelah gejala fisik mereka mereda. Artinya, seseorang yang tampak sudah mulai pulih masih bisa menjadi sumber penularan bagi orang lain di lingkungan sekitarnya. Virus flu ini menyebar melalui droplet atau percikan pernapasan yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau sekadar berbicara. Selain itu, virus juga dapat bertahan di permukaan benda mati, yang kemudian berpindah ke tubuh melalui sentuhan tangan ke area mata, hidung, atau mulut. Oleh karena itu, penyebaran di ruang tertutup atau kerumunan menjadi sangat cepat.

Terkait pencegahan, meskipun varian H3N2 subclade K ini dinilai mampu menghindari sebagian perlindungan dari antibodi, para ahli medis sepakat bahwa vaksinasi tetap menjadi senjata pertahanan terbaik. Vaksin flu tahun ini mungkin tidak mencegah infeksi 100%, namun sangat efektif dalam mencegah gejala berat, rawat inap, dan risiko kematian akibat komplikasi. Langkah Pencegahan yang Disarankan, sebagai langkah mitigasi, masyarakat diimbau untuk tidak hanya mengandalkan vaksin, tetapi juga memperketat protokol kesehatan. Mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat merasa kurang enak badan, dan membatasi kontak fisik saat masa awal gejala adalah langkah sederhana namun krusial. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala flu, sangat disarankan untuk beristirahat di rumah selama periode paling menular guna memutus rantai penyebaran virus yang kini makin agresif.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *