Lifestyle
Matcha vs Kopi: Menelisik Potensi Teh Hijau Jepang dalam Mengatasi Kecemasan

Semarang (usmnews) – Dikutip Sindo.news Matcha, bubuk teh hijau halus khas Jepang, telah lama menjadi primadona di dunia kesehatan berkat kandungan antioksidannya yang melimpah dan profil rasanya yang unik. Belakangan ini, popularitasnya semakin meningkat seiring dengan munculnya klaim bahwa matcha dapat menjadi alternatif yang lebih baik daripada kopi, terutama bagi mereka yang sering mengalami kecemasan. Namun, benarkah matcha memiliki kekuatan magis untuk menenangkan pikiran, ataukah ini hanya sekadar tren kesehatan semata?
Untuk memahami fenomena ini, kita perlu membedah kandungan di dalam matcha. Salah satu komponen paling krusial adalah L-theanine, sebuah asam amino yang secara alami ditemukan dalam daun teh. L-theanine dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam meningkatkan aktivitas gelombang alfa di otak. Gelombang ini bertanggung jawab menciptakan kondisi relaksasi yang mendalam namun tetap membuat seseorang waspada, tanpa menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan. Selain itu, L-theanine berperan dalam menurunkan tekanan darah dan meredam respons fisik tubuh terhadap stres, sehingga sangat efektif dalam mengurangi ketegangan saraf dan kecemasan tingkat ringan.
Keunggulan matcha terletak pada kombinasi unik antara kafein dan L-theanine. Perpaduan ini menciptakan efek sinergis di mana L-theanine membantu menjinakkan efek samping “gelisah” dari kafein. Hasilnya, peminum matcha cenderung merasakan energi yang lebih stabil dan tenang dibandingkan dengan lonjakan energi tajam yang biasanya diikuti oleh penurunan stamina (crash) setelah meminum kopi.

Meskipun kombinasi ini sangat menjanjikan untuk membantu relaksasi, para ahli kesehatan menekankan bahwa bukti ilmiah saat ini belum cukup kuat untuk memposisikan matcha sebagai obat atau solusi medis bagi gangguan kecemasan (anxiety disorder). Matcha memang bisa membantu meredakan ketegangan sehari-hari, namun ia bukanlah pengganti terapi profesional atau pengobatan medis.
Sebagai kesimpulan, matcha bisa menjadi alternatif minuman yang lebih ramah bagi sistem saraf dibandingkan kopi, terutama bagi Anda yang ingin tetap terjaga tanpa merasa cemas. Namun, efektivitasnya dalam menghilangkan kecemasan sangat bergantung pada kondisi tubuh masing-masing individu. Menikmati secangkir matcha secara rutin mungkin bisa menjadi langkah awal menuju gaya hidup yang lebih tenang, asalkan dikonsumsi dalam batas yang wajar.







