Sports
Michael Carrick Resmi Gantikan Ruben Amorim di Kursi Pelatih Manchester United

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Manchester United kembali membuat keputusan besar dalam struktur kepelatihan mereka di awal tahun 2026. Manajemen klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut secara resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih sementara (interim) untuk mengarungi sisa musim kompetisi 2025/2026. Keputusan ini diambil menyusul pemecatan Ruben Amorim pada Senin, 5 Januari 2026, yang dinilai gagal mengangkat performa tim. Penunjukan Carrick bukan sekadar solusi darurat, melainkan sebuah langkah sentimental dan strategis, mengingat statusnya sebagai legenda klub yang memahami betul filosofi “Setan Merah”.
Akar Sepak Bola dan Perjalanan Menuju Puncak Lahir di Wallsend, Inggris, pada 28 Juli 1981, Carrick memiliki fondasi sepak bola yang kuat. Ia menimba ilmu di akademi Wallsend Boys Club yang legendaris sebelum memulai karier profesionalnya bersama West Ham United pada tahun 1997. Perjalanannya menuju tim utama tidak instan; ia sempat menjalani masa peminjaman di Swindon Town dan Birmingham City untuk mematangkan mental bertandingnya.

Namanya mulai diperhitungkan di kancah sepak bola Inggris saat membela Tottenham Hotspur pada tahun 2004. Namun, puncak kariernya terjadi ketika ia berlabuh ke Manchester United pada tahun 2006. Di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, Carrick bertransformasi menjadi salah satu gelandang bertahan paling cerdas di generasinya. Ia dikenal bukan karena fisik yang intimidatif, melainkan karena visi bermain, ketenangan di bawah tekanan, dan kemampuan distribusi bola yang presisi.
Dedikasi 12 Tahun dan Gelimang Trofi Selama 12 musim berseragam Manchester United, Carrick menjadi pilar tak tergantikan di lini tengah. Ia mencatatkan lebih dari 300 penampilan dan berkontribusi besar dalam era kejayaan klub. Lemari trofinya penuh dengan prestasi bergengsi, termasuk lima gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, Liga Europa, hingga Piala Dunia Antarklub. Dedikasinya yang luar biasa membuatnya dipercaya memegang ban kapten sebelum akhirnya memutuskan pensiun pada tahun 2018.
Evolusi dari Pemain Menjadi Juru Taktik Setelah gantung sepatu, Carrick tidak meninggalkan Old Trafford. Ia langsung beralih peran ke sisi manajerial, menjadi asisten pelatih bagi nama-nama besar seperti José Mourinho dan Ole Gunnar Solskjær. Pengalaman ini memberinya perspektif taktis yang kaya dari berbagai gaya kepelatihan. Ia bahkan sempat mencicipi peran sebagai pelatih caretaker pada tahun 2021. Dalam masa tugas yang singkat itu, ia membuktikan kapasitasnya dengan memimpin tim dalam tiga pertandingan tanpa terkalahkan sebelum tongkat estafet diserahkan kepada Ralf Rangnick.

Ujian di Middlesbrough dan Misi Penyelamatan MU Untuk membuktikan dirinya sebagai manajer seutuhnya, Carrick mengambil tantangan melatih Middlesbrough di divisi Championship dari tahun 2022 hingga 2025. Di sana, ia dikenal menerapkan gaya permainan berbasis penguasaan bola yang atraktif. Meskipun masa jabatannya berakhir dengan pemecatan karena kegagalan mencapai target promosi, pengalaman tersebut dianggap sebagai “sekolah” yang mematangkan karakter kepelatihannya.
Kini, dengan bekal pengalaman tersebut, Carrick kembali ke “rumah”. Misi yang embannya tidaklah ringan. Ia dituntut untuk menstabilkan ruang ganti pasca-kepergian Ruben Amorim dan membawa Manchester United kembali bersaing di zona papan atas Liga Inggris hingga akhir musim.







